Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penurunan angka pengangguran yang saat ini mencapai sekitar 14 ribu orang pada tahun 2026.
Kepala Dinas ESDM Papua Tengah, Frets James Boray, mengatakan bahwa penanganan persoalan ketenagakerjaan akan difokuskan pada pelatihan vokasi berbasis praktik yang secara khusus menyasar Orang Asli Papua (OAP).
“Fokus kita adalah pelatihan yang langsung bisa diterapkan. Bukan teori semata, tapi praktik di lapangan agar peserta benar-benar siap bekerja atau berwirausaha,” ujar Frets.
Berbagai jenis pelatihan telah disiapkan dan disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah, di antaranya budidaya ikan air tawar, menjahit, perbengkelan, serta keterampilan produktif lainnya yang memiliki peluang ekonomi nyata.
Tak hanya pelatihan, peserta juga akan dibekali peralatan kerja agar setelah selesai mengikuti program, mereka dapat langsung membuka usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
“Setelah pelatihan, mereka tidak kita lepas begitu saja. Peserta akan dibantu dengan alat kerja supaya bisa langsung mandiri,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Tenaga Kerja Papua Tengah juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Papua Tengah untuk turut berperan aktif dalam pengembangan sumber daya manusia masyarakat setempat.
Peran tersebut mencakup kontribusi di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat.
Seluruh program vokasi ini dikhususkan bagi Orang Asli Papua, dengan harapan para peserta mampu mengelola potensi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan komunitasnya.

Komentar