Mimika – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar operasi pasar murah di Graha Eme Neme Yauware.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas inflasi.
Sebanyak 15 distributor dilibatkan dalam operasi pasar murah tersebut. Berbagai kebutuhan pokok disediakan, di antaranya beras, telur, ayam beku, gula, bawang merah, bawang putih, hingga minuman. Masyarakat dapat membeli kebutuhan tersebut dengan harga lebih terjangkau berkat subsidi yang diberikan mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000 per item.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Keuangan Setda Mimika, Santi Sondang, yang membacakan sambutan Bupati Mimika, menyampaikan bahwa pasar murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok.
“Ini upaya menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti kenaikan harga.
Ia memastikan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga bahan pokok di Mimika masih relatif stabil. Namun demikian, pihaknya tetap mengingatkan distributor dan pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak.
“Pasar murah ini untuk membantu masyarakat. Kami juga terus pantau harga agar tetap stabil,” jelasnya.
Disperindag Mimika juga memastikan operasi pasar murah akan kembali digelar dalam waktu dekat, termasuk di wilayah SP2 tepatnya di pelataran Masjid Baiturrahman sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang Hari Raya Nyepi dan Paskah.

Komentar