Jakarta – Pemerintah kembali membuka seleksi penerimaan siswa untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat pada tahun 2026. Sebanyak 30.000 kuota siswa disiapkan untuk program pendidikan berbasis kerakyatan tersebut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, saat ini pemerintah tengah melakukan persiapan teknis seleksi sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
“Kita lagi persiapan untuk seleksi tahun ini. Memang ada alokasi 30.000 siswa,” ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Menurut Gus Ipul, kuota tersebut dapat terpenuhi apabila pembangunan gedung sekolah rakyat permanen dapat diselesaikan tepat waktu. Karena itu, Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar pembangunan berjalan sesuai target.
“Kalau semua gedung permanennya selesai, InsyaAllah 30.000 siswa bisa ditampung. Sekarang kami terus koordinasi dengan Kementerian PU supaya pembangunannya tepat waktu,” jelasnya.
Ia merinci, setiap gedung sekolah rakyat permanen akan menampung sekitar 300 siswa, yang terdiri dari 100 siswa SD, 100 siswa SMP, dan 100 siswa SMA.
Selain infrastruktur, pemerintah juga tengah mempersiapkan guru, tenaga kependidikan, serta tim penyeleksi siswa. Proses seleksi akan dilakukan secara ketat dan berbasis data untuk memastikan program tepat sasaran.
“Kami ingin petugas di lapangan benar-benar konsisten, bekerja sama dengan Dinas Sosial, Dikdasmen, dan BPS setempat untuk menyasar anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2,” tegas Gus Ipul.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkelanjutan.

Komentar