Ekonomi Hukum & Kriminal Mimika Nasional Transportasi
Beranda / Transportasi / Paulus Waterpauw Kecam Penembakan Pilot di Korowai, 11 Bandara Perintis Ditutup

Paulus Waterpauw Kecam Penembakan Pilot di Korowai, 11 Bandara Perintis Ditutup

Table of Contents

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si., menyampaikan duka mendalam sekaligus mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot maskapai perintis di Distrik Korowai, Kabupaten Boven Digoel, yang berdampak pada penutupan 11 bandara perintis di Papua.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (25/2/2026), Paulus Waterpauw menilai peristiwa tersebut sebagai tindakan kekerasan yang tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.

“Sebagai pribadi dan sebagai bagian dari Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, saya sangat prihatin dan mengutuk keras perbuatan biadab ini. Itu kekerasan yang tidak bisa kita terima,” tegasnya.

Menurutnya, para pilot yang bertugas di pedalaman Papua menjalankan misi kemanusiaan dengan membuka akses wilayah terisolasi serta menopang distribusi logistik dan pelayanan masyarakat.

Ia menilai aksi kekerasan tersebut bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga mencoreng nama Papua secara keseluruhan dan merugikan masyarakat luas.

Pemprov Papua Tengah Gelar FGD Perhitungan Indeks Demokrasi Indonesia 2026

“Akibatnya sekarang pelayanan penerbangan terganggu. Sebelas bandara perintis ditutup, itu bikin rakyat Papua menderita,” ujarnya.

Menanggapi situasi keamanan pascakejadian di Distrik Korowai, Paulus Waterpauw meminta pemerintah daerah dan TNI-Polri memperkuat koordinasi serta menyatukan langkah penanganan.

Ia menekankan pentingnya koordinasi terpadu antarinstansi, tidak bergerak secara parsial, serta melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Selain itu, diperlukan penyatuan komando dalam merespons setiap eskalasi keamanan.

“Satukan komando, bergerak bersama. Jangan sendiri-sendiri. Setiap persoalan harus dikoordinasikan dengan baik,” katanya.

Jangan Nodai Pembangunan Papua

Waterpauw juga mengingatkan bahwa saat ini pemerintah pusat tengah mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua. Ia menilai aksi kekerasan justru menghambat proses pembangunan dan memperburuk persepsi terhadap Papua.

Pemprov Papua Tengah Gelar Rakor Harmonisasi Konflik Sosial Kapiraya, Tim Turun ke Lokasi 27 Februari

Sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, ia menegaskan komitmennya menjembatani aspirasi daerah dengan kebijakan pemerintah pusat demi kemajuan Papua yang berkelanjutan.

“Peristiwa di Korowai berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan perintis yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas wilayah pedalaman,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement