Mimika – Permasalahan stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Mimika. Untuk mempercepat penurunan angka stunting, PASTI-Papua melaksanakan asesmen kapasitas organisasi melalui penilaian tata kelola dan fungsi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Diana, Kamis (19/2/2026), dan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Frans Bokeyau. Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Mimika, Johana Arwam, serta perwakilan Wahana Visi Indonesia.
Stunting Ancaman Serius SDM
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Frans Bokeyau, ditegaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kecerdasan, kesehatan jangka panjang, hingga produktivitas generasi masa depan.
Karena itu, percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Penanganan stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Perkuat Peran TPPS
Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan konvergensi, yakni penyelarasan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif yang melibatkan seluruh sektor terkait.
Dalam konteks tersebut, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) memiliki peran strategis sebagai penggerak koordinasi, perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan program penanganan stunting di seluruh tingkatan pemerintahan.
Melalui asesmen tata kelola ini, diharapkan kapasitas kelembagaan TPPS semakin kuat sehingga upaya penurunan stunting di Kabupaten Mimika dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Mimika dalam mencetak generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Komentar