
NABIRE — Kelompok Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Nabire melaksanakan panen raya jagung di Kampung Bumi Raya SP 1, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (17/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda semangat petani lokal dalam mendorong kemandirian pangan, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan produksi dan pemasaran.
Ketua Kelompok Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Nabire, Yosia Tagi, menjelaskan bahwa jagung yang dipanen merupakan varietas Betras, dengan ciri khas bulir berwarna kuning oranye serta ukuran tongkol sekitar 10 x 4 sentimeter. Varietas ini dikenal memiliki potensi hasil hingga 1 ton per hektare serta relatif tahan terhadap penyakit tanaman seperti hawar daun dan karat daun.
Namun demikian, Yosia mengungkapkan bahwa hasil panen kali ini belum mencapai potensi maksimal. Produksi jagung diperkirakan hanya mencapai sekitar 70 persen, atau kurang dari 1 ton per hektare dalam kondisi kering pipil, meskipun varietas yang ditanam memiliki produktivitas tinggi.
“Secara teknis varietas ini bagus, tetapi hasil panen kami belum maksimal. Masih ada kendala di lapangan yang memengaruhi produktivitas,” ujarnya.
Selain persoalan teknis budidaya, petani jagung di Nabire juga menghadapi tantangan dari sisi ekonomi. Harga jagung yang relatif rendah serta belum optimalnya serapan pasar, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak, membuat hasil panen belum memberikan nilai tambah yang signifikan bagi petani.
Menurut Yosia, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, agar produksi jagung lokal dapat terserap dengan baik dan memberikan kepastian pendapatan bagi petani.
“Kalau produksi sudah ada tetapi pasar belum menyerap, ini tentu menjadi persoalan. Padahal Nabire punya potensi besar untuk menjadi lumbung pangan baru di Papua, termasuk dalam pengembangan komoditas jagung,” katanya.
Panen raya tersebut turut dihadiri Ruben Magai, SIP, Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Tengah. Dalam sambutannya, Ruben Magai menyampaikan apresiasi terhadap peran organisasi kepemudaan dan kelembagaan Tani Merdeka Indonesia dalam mendorong kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Saya sangat mengapresiasi fondasi dan komitmen pemuda Papua Tengah yang fokus pada penguatan kelembagaan Tani Merdeka Indonesia. Ini merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan,” tegas Ruben.
Ia menilai, keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian menjadi modal penting bagi pembangunan Papua Tengah ke depan, terutama dalam menjawab tantangan ketersediaan pangan dan pengurangan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah, Aser Yogi, menyampaikan terima kasih atas kehadiran BP3OKP Papua Tengah dalam kegiatan panen raya tersebut. Ia menegaskan bahwa TMI telah membuktikan kerja nyata di lapangan, bukan sekadar wacana.
“Kami sudah membuktikan sekitar 70 persen kerja nyata rakyat. Pemuda Papua Tengah yang tergabung dalam Tani Merdeka Indonesia siap mendukung program swasembada pangan Presiden RI Prabowo Subianto, demi menyukseskan visi dan misi nasional,” tutup Aser Yogi.
Panen raya ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara petani, pemerintah, dan pasar, sehingga potensi besar pertanian jagung di Nabire dapat berkembang secara berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komentar