Hukum & Kriminal Nabire
Beranda / Nabire / MRP Kecam Penembakan Pilot Smart Air dan Warga Sipil di Papua: “Pelanggaran Berat Kemanusiaan”

MRP Kecam Penembakan Pilot Smart Air dan Warga Sipil di Papua: “Pelanggaran Berat Kemanusiaan”

Nabire – Majelis Rakyat Papua (MRP) mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan, yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Rabu (11/2).

Wakil Ketua II MRP, Max Ohee, mengatakan dari sudut pandang hak asasi manusia, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Dari sudut pandang hak asasi manusia, itu merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan kami mengecam keras aksi dari KKB yang menembak pilot dan kopilot Smart Air,” kata Ohee di Jayapura, Sabtu.

Selain insiden di Boven Digoel, MRP juga mengecam aksi penembakan terhadap seorang warga sipil yang berprofesi sebagai sopir tangki air di Kabupaten Yahukimo pada Rabu (11/3), serta penembakan terhadap anggota TNI di Kabupaten Mimika yang mengakibatkan satu prajurit meninggal dunia pada Kamis (12/2).

“Ini merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kami mengencam tindakan ini,” ujarnya.

Kapolri Perintahkan Tangkap Pelaku Penembakan Pilot Smart Air di Boven Digoel

Ohee menjelaskan bahwa keberadaan aparat keamanan maupun maskapai penerbangan di wilayah Papua pada dasarnya bertujuan melayani masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang masih sulit diakses melalui jalur darat.

“Jadi sebenarnya mereka bukan musuh. Sehingga aksi penembakan KKB terhadap masyarakat sipil dan juga aparat keamanan tidak manusiawi,” katanya.

Ia menambahkan, MRP mendukung langkah aparat keamanan dalam melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas wilayah. Pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat Papua untuk tetap tenang serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah situasi yang berkembang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement