Washington – Sebuah jajak pendapat yang dirilis oleh PBS NewsHour, NPR, dan lembaga survei Marist Poll menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat tidak menyetujui cara Donald Trump menangani konflik antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran, serta menolak aksi militer yang dilakukan.
Hasil survei tersebut menunjukkan sekitar 56 persen warga Amerika menentang aksi militer AS di Iran, sementara 44 persen menyatakan mendukung. Selain itu, sebagian besar responden juga tidak menyetujui cara Presiden Trump menangani situasi konflik tersebut.
Dukungan terhadap kebijakan tersebut terlihat sangat dipengaruhi oleh perbedaan afiliasi politik. Mayoritas besar pendukung Partai Republik mendukung pendekatan presiden maupun serangan militer, masing-masing sekitar 79 persen dan 84 persen. Sebaliknya, sekitar 86 persen pemilih Partai Demokrat menyatakan penolakan terhadap kebijakan tersebut.
Di kalangan pemilih independen, sekitar enam dari sepuluh responden juga menyatakan tidak setuju dengan cara Trump menangani konflik dan menolak aksi militer terhadap Iran.
Jajak pendapat ini dirilis di tengah perdebatan tajam di Kongres Amerika Serikat terkait operasi militer tersebut. Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat mengkritik langkah pemerintah dengan alasan bahwa tidak ada ancaman langsung dari Iran serta serangan tersebut dilakukan tanpa otorisasi resmi dari Kongres.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa kebijakan militer terhadap Iran tidak hanya memicu ketegangan di tingkat internasional, tetapi juga menimbulkan perdebatan politik yang cukup tajam di dalam negeri Amerika Serikat.

Komentar