Nabire – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire, Karel Misiro, menyampaikan kecaman keras atas peristiwa pembunuhan yang diduga dilakukan oleh TPNPB-OPM.
“Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Yang paling menderita justru masyarakat kecil yang tidak ada hubungannya dengan konflik,” ujarnya.
Menurut Karel, kelompok masyarakat yang paling sering menjadi korban dalam berbagai insiden kekerasan justru mereka yang selama ini mengabdikan diri untuk kehidupan sosial masyarakat Papua.
Kelompok tersebut antara lain para guru yang mendidik anak-anak Papua, para pekerja yang mencari nafkah secara jujur, para pendeta yang melayani umat, serta para tukang ojek yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi menghidupi keluarga.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Papua dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kedamaian.
Karena itu, Karel mengajak seluruh pihak untuk menghentikan kekerasan dan bersama-sama menjaga situasi keamanan agar kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan damai.
Ia juga berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu menjaga stabilitas keamanan sehingga proses pembangunan, pendidikan, pelayanan keagamaan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di Tanah Papua dapat terus berjalan dengan baik.
Menurutnya, rasa aman merupakan fondasi penting agar masyarakat dapat bekerja, beribadah, belajar, dan menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa rasa takut.
Pernyataan ini menjadi seruan moral dari tokoh adat agar semua pihak menempatkan keselamatan warga sipil sebagai prioritas demi masa depan Papua yang damai dan sejahtera.

Komentar