Mimika – Staf Khusus Menteri Pertahanan RI, Lenis Kogoya, memperingatkan juru bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom, agar menghentikan penyebaran informasi yang dinilai tidak benar dan bersifat provokatif terkait situasi keamanan di Papua.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya klaim mengenai ancaman “revolusi total 36 Kodap” serta berbagai tudingan terhadap aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang disebut melakukan tindakan kekerasan di wilayah Papua.
Lenis menilai narasi tersebut sebagai bentuk propaganda yang berpotensi memecah belah masyarakat serta memperkeruh kondisi keamanan di daerah.
“Informasi yang tidak benar dan provokatif hanya akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta tetap menjaga persatuan dan ketenangan di tengah situasi yang berkembang.
Menurutnya, stabilitas keamanan di Papua merupakan tanggung jawab bersama, sehingga seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Komentar