Kesehatan Nabire
Beranda / Nabire / KPA Papua Tengah Dorong Peran Aktif Kabupaten Tekan Lonjakan Kasus HIV-AIDS

KPA Papua Tengah Dorong Peran Aktif Kabupaten Tekan Lonjakan Kasus HIV-AIDS

Nabire — Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif KPA tingkat kabupaten dalam upaya menekan angka kasus HIV-AIDS yang terus mengalami peningkatan di wilayah Papua Tengah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, tercatat sebanyak 23.535 kasus HIV-AIDS pada periode Juni hingga Desember 2025. Angka tersebut dinilai sebagai sinyal darurat yang membutuhkan penanganan serius, terkoordinasi, dan berkelanjutan di seluruh kabupaten.

Freny menegaskan bahwa penanggulangan HIV-AIDS tidak dapat berjalan efektif jika hanya mengandalkan peran provinsi. KPA kabupaten harus proaktif menjalankan program pencegahan, pemeriksaan, dan edukasi di tengah masyarakat.

Untuk memperkuat langkah tersebut, KPA Provinsi Papua Tengah telah menjadwalkan rapat kerja pada Maret 2026 yang bertujuan mengaktifkan kembali seluruh program penanggulangan HIV-AIDS, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Ia menekankan pentingnya inisiatif daerah dalam menyambut dan menjalankan program, bukan sekadar menunggu arahan.

Freny juga mengapresiasi sejumlah kabupaten yang telah aktif melakukan pemeriksaan HIV-AIDS kepada masyarakat. Menurutnya, pemeriksaan rutin merupakan strategi kunci dalam deteksi dini serta pencegahan penularan yang lebih luas.

Tokoh Adat dan Pemuda Serukan Damai, Kekerasan Dinilai Hancurkan Masa Depan Papua

Selain pemeriksaan, KPA Papua Tengah menyiapkan modul edukasi tentang bahaya HIV-AIDS yang akan disalurkan ke sekolah-sekolah di delapan kabupaten mulai pertengahan tahun 2026. Edukasi ini ditujukan kepada pelajar sebagai langkah pencegahan sejak usia dini.

Tidak hanya di lingkungan pendidikan formal, materi edukasi tersebut juga akan diberikan kepada gereja, masjid, dan tempat ibadah lainnya guna memperkuat pencegahan berbasis komunitas dan keagamaan.

Adapun sebaran kasus HIV-AIDS di Papua Tengah menunjukkan Kabupaten Nabire mencatat jumlah tertinggi dengan 10.824 kasus, disusul Kabupaten Mimika 8.151 kasus, Deiyai 2.608 kasus, Paniai 2.527 kasus, Puncak Jaya 966 kasus, Dogiyai 709 kasus, Puncak 67 kasus, dan Intan Jaya 23 kasus.

KPA Papua Tengah berharap seluruh pemangku kepentingan, khususnya KPA kabupaten, dapat bergerak bersama secara aktif untuk menekan laju penyebaran HIV-AIDS demi melindungi generasi Papua Tengah ke depan.

Gelombang Kekerasan di Papua Tuai Kecaman, Tokoh Adat: Ini Sudah Melampaui Batas Kemanusiaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement