Hukum & Kriminal Nabire Nasional
Beranda / Nasional / Kontak Tembak di Kali Harapan Nabire, Aparat Sita Ratusan Amunisi dan Sejumlah Barang Bukti

Kontak Tembak di Kali Harapan Nabire, Aparat Sita Ratusan Amunisi dan Sejumlah Barang Bukti

Nabire – Aparat gabungan TNI-Polri mengamankan ratusan butir amunisi dari berbagai kaliber dalam operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kali Harapan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Minggu (1/3).

Selain ratusan amunisi, aparat juga menyita sejumlah barang bukti lain yang diduga terkait kelompok tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain dua magazen untuk dua jenis senjata laras panjang berbeda, belasan telepon genggam dari berbagai merek, satu unit handy talky (HT), bendera Bintang Kejora, uang tunai puluhan juta rupiah, serta sejumlah aksesoris lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penindakan dilakukan terhadap kelompok yang diduga dipimpin oleh Ibon Kogoya. Kelompok tersebut sebelumnya disebut-sebut melakukan penyerangan dan pembakaran pos keamanan milik perusahaan di wilayah Nabire.

Dalam operasi tersebut terjadi kontak tembak antara aparat gabungan dan kelompok bersenjata. Seorang prajurit TNI berinisial Pratu MC dilaporkan terkena tembakan di bagian kaki kiri saat proses penindakan berlangsung. Korban diketahui dalam kondisi sadar dan segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Prajurit tersebut kemudian diterbangkan ke Timika, Kabupaten Mimika, dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit milik TNI.

Operasi Damai Cartenz 2026 Ungkap Rangkaian Aksi Bersenjata di Yahukimo, Sejumlah Nama Teridentifikasi

Selain penyitaan amunisi dan barang bukti lainnya, aparat juga mengamankan satu unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan kasus penyerangan terhadap pos keamanan perusahaan di Nabire.

Sebelumnya dilaporkan, operasi penindakan di Kali Harapan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIT dan memicu kontak tembak antara kedua pihak. Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Kodam XVII/Cenderawasih belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian tersebut.

Saat ini aparat keamanan masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap barang bukti yang diamankan guna mengungkap jaringan serta keterkaitan pihak-pihak yang terlibat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement