Ekonomi Mimika
Beranda / Mimika / Komite Eksekutif Papua dan Freeport Bahas Sinergi Pembangunan Jangka Panjang

Komite Eksekutif Papua dan Freeport Bahas Sinergi Pembangunan Jangka Panjang

Mimika – Komite Eksekutif Papua menggelar pertemuan strategis dengan jajaran direksi PT Freeport Indonesia yang dipimpin Presiden Direktur Tony Wenas di Jakarta, Senin (16/3).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Komite Eksekutif Papua Velix Vernando Wanggai, Paulus Waterpauw, Ali Hamdan Bogra, Ignatius Yogo Triyono, John Gluba Gebze, Ari Sihasale, Yanni, serta sejumlah staf terkait.

Velix menjelaskan, pertemuan tersebut membahas sinergi pembangunan jangka panjang di Papua, termasuk penyelarasan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua 2022–2041 sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2023 dengan rencana jangka panjang PT Freeport Indonesia hingga tahun 2041 bahkan 2061.

“Pertemuan ini membahas grand design pembangunan Papua ke depan, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Dalam sektor pendidikan, dibahas program “Papua Cerdas” yang mencakup pengembangan sekolah sepanjang hari (full day school), pembangunan sekolah berasrama (boarding school), hingga rencana pembangunan perguruan tinggi bertaraf internasional.

Masyarakat Papua Diimbau Tidak Terprovokasi Informasi Menyesatkan

Sementara itu, di sektor kesehatan, kedua pihak membahas penguatan layanan di wilayah terpencil, termasuk pembangunan puskesmas serta rencana pembangunan dua rumah sakit guna meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat Papua.

Selain itu, agenda “Papua Produktif” juga menjadi fokus pembahasan, terutama terkait penguatan peran Orang Asli Papua (OAP) dalam kegiatan investasi, pengembangan kawasan ekonomi, serta keterlibatan dalam rantai pasok bisnis PT Freeport Indonesia.

Rencana MoU dan Peta Jalan Kolaborasi

Sebagai tindak lanjut, Komite Eksekutif Papua dan PT Freeport Indonesia berencana menyusun nota kesepahaman (MoU) yang mencakup peta jalan kolaborasi periode 2026–2029 serta indikasi program strategis jangka panjang hingga tahun 2041.

“Ke depan harus ada cara baru dalam investasi di Papua, dengan mengutamakan orang asli Papua serta pemerintah daerah,” tegas Velix.

Sorotan Investasi dan Stabilitas Keamanan

Usai pertemuan, Paulus Waterpauw menambahkan bahwa diskusi berlangsung konstruktif dan mencakup berbagai isu strategis, termasuk potensi pemanfaatan material sisa tambang (tailing) yang dinilai masih memiliki nilai ekonomi.

Aparat Dalami Dugaan Permintaan Dana Rp700 Juta di Paniai

“Dari sisi investasi, ada potensi yang bisa kita dorong, termasuk pengelolaan sisa hasil tambang yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasional PT Freeport Indonesia agar aktivitas perusahaan dapat berjalan optimal.

“Kami berharap semua pihak dapat membantu menjaga keamanan, sehingga aktivitas perusahaan berjalan baik dan tidak terganggu,” ujarnya.

Dorong SDM Asli Papua

Sementara itu, Ali Hamdan Bogra menyoroti pentingnya penguatan sektor kesehatan melalui pemberdayaan sumber daya manusia asli Papua.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan program pemberdayaan bagi anak-anak asli Papua agar dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik di masa depan.

PLN UP3 Nabire Siaga Penuh Jelang Lebaran dan Nyepi 2026

“Kami mendorong agar anak-anak asli Papua mendapatkan kesempatan untuk dididik menjadi tenaga kesehatan dan juga tenaga guru, sehingga ke depan mereka bisa kembali mengabdi di daerah masing-masing,” tuturnya.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam merumuskan arah kebijakan jangka panjang guna mendukung keberlanjutan investasi dan pembangunan di Papua.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement