Mimika – Suasana Mall Diana, Jumat (27/2), tampak semarak saat Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Timika menggelar KK Fair hari pertama yang diawali pawai dan atraksi barongsai. Aksi tersebut sukses menyedot perhatian masyarakat yang memadati area pusat perbelanjaan itu.
Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Timika, Pdt. Nining, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan sekolah yang hampir memasuki usia 17 tahun pada Juli 2026 mendatang.
“Hari ini kita sudah memulai KK Fair hari pertama, diawali dengan pawai dan barongsai. Puji Tuhan, peminatnya cukup banyak. Bukan hanya murid, guru dan orang tua, tetapi juga masyarakat umum sangat antusias menyaksikan pagelaran ini,” ujarnya.
Sekitar 20 penampilan dipersembahkan para siswa, mulai dari tarian Papua, penampilan band siswa SMP dan SMA, talk show oleh siswa SMP dan SD, hingga penampilan menyanyi dari anak-anak TK.
Menurut Pdt. Nining, terdapat tiga tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini. Pertama, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan sekolah selama hampir 17 tahun.
“Kami bersyukur karena boleh melihat bagaimana Tuhan menjaga, memelihara dan berkarya di dalam sekolah kami, secara khusus dalam diri anak-anak,” katanya.
Kedua, memberi ruang bagi siswa untuk tampil dan mengembangkan bakat serta talenta di depan umum. Melalui panggung tersebut, siswa dilatih membangun kepercayaan diri dan kemampuan tampil.
Ketiga, memperkenalkan rencana pengembangan SMP dan SMA ke lokasi baru di Jalan Sumitro Nomor 1, tidak jauh dari lokasi saat ini, tepatnya di depan RSUD.
“SMP dan SMA nantinya akan menempati gedung baru di sana,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan menjadi agenda rutin tahunan sekolah.
Sementara itu, Ketua Panitia KK Fair Jerry Toya Saalino mengungkapkan sejak pagi masyarakat sudah mulai berdatangan. Atraksi barongsai sengaja dihadirkan untuk menarik perhatian publik.
“Puji Tuhan sekarang sudah mulai ramai dan masyarakat terus datang untuk menonton. Kami berharap pada puncak acara sore nanti semakin banyak yang hadir menyaksikan penampilan anak-anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan seluruh penampilan merupakan hasil pembelajaran siswa di sekolah. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah ingin menunjukkan bahwa Kalam Kudus tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembinaan karakter, pengajaran iman Kristen, serta pengembangan bakat.
“Kami juga mendatangkan pelatih profesional dari luar untuk membantu mengembangkan potensi anak-anak. Harapannya, masyarakat semakin mengenal Kalam Kudus hadir bukan hanya sebagai sekolah formal, tetapi tempat pembentukan karakter dan talenta,” pungkasnya.

Komentar