Mimika – Ketua Dewan Adat Wilayah Mee Pago Provinsi Papua Tengah, Wolter Belau, mengecam keras aksi pembunuhan yang menewaskan Frengki, seorang tenaga pengajar di Sekolah Yakpesmi, Kabupaten Yahukimo.
Pernyataan tersebut disampaikan Wolter Belau sebagai respons atas peristiwa kekerasan yang diduga dilakukan oleh TPN-OPM Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Elkius Kobak.
Menurut Wolter, setiap manusia memiliki hak fundamental untuk hidup dan mendapatkan perlindungan, terlebih mereka yang mengabdikan diri di bidang pendidikan demi mencerdaskan generasi muda di wilayah pedalaman Papua.
Ia dengan tegas menyerukan agar TPN-OPM di Yahukimo menghentikan seluruh tindakan kekerasan, khususnya terhadap guru, tenaga kesehatan, serta masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik apa pun.
“Guru dan tenaga kesehatan datang untuk melayani dan membangun generasi. Mereka tidak boleh menjadi korban kekerasan,” tegasnya.
Wolter juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua, agar pelayanan pendidikan dan kesehatan dapat berjalan tanpa rasa takut serta demi masa depan anak-anak Papua yang lebih baik.

Komentar