Hukum & Kriminal Lingkungan Nabire Nasional
Beranda / Nasional / Kepala Suku Besar Wate Kecam Pernyataan Jubir TPNPB, Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Kepala Suku Besar Wate Kecam Pernyataan Jubir TPNPB, Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Nabire – Kepala Suku Besar Wate, Otis Monei, mengecam pernyataan juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, yang menyebut negara Indonesia melakukan pembunuhan, pemerkosaan, dan penganiayaan terhadap masyarakat Papua.

Otis menilai pernyataan tersebut sebagai informasi yang tidak berdasar dan berpotensi memecah belah masyarakat. Ia menegaskan bahwa tudingan yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

“Saya sebagai Kepala Suku Besar Wate mengecam keras pernyataan yang disebarkan oleh Sebby Sambom. Informasi tersebut tidak benar dan hanya akan memperkeruh situasi,” ujar Otis dalam keterangannya.

Menurutnya, justru tindakan kekerasan yang terjadi selama ini banyak merugikan masyarakat sipil, termasuk perusakan fasilitas umum serta jatuhnya korban dari kalangan nonkombatan. Ia menyoroti berbagai insiden yang menimpa tenaga pendidik, pilot, tenaga kesehatan, pedagang, pengemudi ojek, hingga tokoh agama.

“Fasilitas umum dirusak, masyarakat sipil menjadi korban. Guru, pilot, tenaga kesehatan, pedagang, ojek, bahkan pendeta menjadi sasaran. Ini fakta yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Jubir TPNPB Imbau Pimpinan Kodap Hormati Umat Muslim dan Jaga Toleransi Jelang Ramadan

Otis mengimbau seluruh masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Ia meminta warga tetap menjaga persatuan, mengedepankan dialog, serta fokus pada upaya membangun kesejahteraan bersama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hidup rukun dan damai. Jangan terhasut oleh berita hoaks yang dapat memecah belah persaudaraan kita,” katanya.

Ia menambahkan, stabilitas keamanan dan kerukunan antarwarga menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Karena itu, semua pihak diminta menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang dapat memicu ketegangan baru.

Seruan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya tokoh adat untuk menjaga harmoni sosial di tengah dinamika yang terjadi. Otis berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pemuda, turut berperan aktif menjaga kedamaian serta memperkuat semangat persaudaraan di Tanah Papua.

Peringati HPSN 2026, Bupati Johannes Rettob Ajak Seluruh Elemen Bersihkan Timika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement