Hukum & Kriminal Intan Jaya Nabire Nasional
Beranda / Nasional / Kepala Suku Besar Moni Musa Kobogau Tolak Intan Jaya Jadi Zona Perang, Serukan Perlindungan Tenaga Kemanusiaan dan Pembangunan Papua

Kepala Suku Besar Moni Musa Kobogau Tolak Intan Jaya Jadi Zona Perang, Serukan Perlindungan Tenaga Kemanusiaan dan Pembangunan Papua

Nabire – Kepala Suku Besar Moni, Musa Kobogau, secara tegas menyatakan penolakan terhadap anggapan Kabupaten Intan Jaya sebagai zona perang atau wilayah konflik bersenjata. Ia menegaskan masyarakat adat menginginkan kedamaian, perlindungan terhadap tenaga kemanusiaan, serta keberlanjutan pembangunan demi masa depan generasi Papua.

Dalam pernyataannya, Musa Kobogau mengecam keras berbagai narasi yang dinilainya menyesatkan dan berpotensi menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

“Saya mengecam pernyataan yang memberi informasi hoaks kepada masyarakat tentang rencana penyerangan di tanah Papua. Manusia diciptakan untuk hidup dan berkembang sesuai ajaran Kitab Injil. Karena itu, kita patut melindungi semua masyarakat tanpa terkecuali,” tegasnya, Minggu (22/2/2026).

Kecam Kekerasan terhadap Guru dan Nakes

Musa Kobogau juga mengecam tindakan kekerasan yang selama ini menyasar guru, tenaga kesehatan (nakes), pilot, dan masyarakat sipil. Menurutnya, keberadaan mereka sangat dibutuhkan di Papua untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan dasar masyarakat.

“Kami mengecam kelompok yang membunuh guru, nakes, pilot, dan masyarakat sipil. Mereka hadir di Papua untuk melayani, untuk membantu pendidikan anak-anak kami, untuk kesehatan masyarakat, dan untuk kemajuan sumber daya manusia Papua,” ujarnya.

Dalang Penyerangan PT Kristalin, Demianus Magai Yogi Terseret Kasus Surat Permintaan Rp700 Juta

Ia menegaskan bahwa tenaga pendidik dan tenaga medis memiliki peran strategis dalam membangun masa depan Papua. Kekerasan terhadap mereka, kata dia, hanya akan memperlambat kemajuan dan merugikan masyarakat sendiri.

Minta Aparat Lindungi Masyarakat

Sebagai tokoh adat, Musa Kobogau juga meminta aparat keamanan untuk tetap hadir sebagai pelindung masyarakat dan penegak hukum yang menjunjung prinsip kemanusiaan.

“Kami meminta keamanan agar dilindungi dan dijaga di tanah Papua ini. Aparat harus menjadi pelindung masyarakat dan penegak hukum yang humaniter,” katanya.

Ia menekankan bahwa masyarakat adat tidak menghendaki konflik berkepanjangan, melainkan stabilitas yang memungkinkan pembangunan berjalan dengan baik.

Dukung Pembangunan dan Kesejahteraan

Lebih lanjut, Musa Kobogau menegaskan dukungan penuh terhadap program-program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Panglima Tertinggi RR Demianus Magai Yogi Diduga Teror Perusahaan di Papua Tengah Lewat Surat Permintaan Rp700 Juta

“Kami ingin pembangunan. Kami ingin maju. Kami mendukung semua program yang mensejahterakan masyarakat Papua,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan Papua terletak pada pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan yang memadai, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kedamaian di Tanah Papua.

“Semoga Tuhan memberkati kita semua dan tanah Papua yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Pernyataan Kepala Suku Besar Moni tersebut menjadi penegasan sikap masyarakat adat yang menginginkan Papua tetap damai, aman, dan fokus pada pembangunan demi generasi yang lebih baik.

BMP Mimika Kecam Seruan “Revolusi Total” Sebby Sambom, Tegaskan Dukungan terhadap Stabilitas dan Program Pembangunan Tanah Papua

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement