Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) senilai total Rp1,2 triliun melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi warga terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa penyaluran bansos tersebut merupakan bagian dari penyaluran reguler triwulan pertama yang diprioritaskan bagi daerah terdampak bencana.
“Bansos reguler PKH dan sembako atau BPNT sudah disalurkan khusus untuk warga terdampak di tiga provinsi tersebut,” ujar Agus dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR bersama Menteri Sosial dan sejumlah lembaga terkait.
Agus merinci, di Provinsi Aceh, PKH disalurkan kepada 318.143 keluarga penerima manfaat dengan total anggaran Rp235,61 miliar, sementara BPNT menjangkau 519.754 keluarga. Total anggaran PKH dan BPNT untuk Aceh mencapai Rp311,85 miliar.
Untuk Provinsi Sumatera Utara, penerima PKH tercatat sebanyak 513.914 keluarga, sedangkan BPNT disalurkan kepada 889.212 keluarga. Total anggaran bansos yang telah disalurkan di Sumatera Utara mencapai Rp533,52 miliar.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, PKH diberikan kepada 188.279 keluarga dengan anggaran Rp144,58 miliar, dan BPNT menjangkau 354.072 keluarga dengan total anggaran Rp212,44 miliar.
Selain penyaluran bantuan sosial, Agus juga memaparkan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda ketiga provinsi tersebut. Hingga awal Februari 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.204 jiwa.
Sebanyak 53 kabupaten/kota terdampak bencana, dengan jumlah pengungsi mencapai 106 ribu jiwa, sementara 140 orang masih dinyatakan hilang.
Kemensos menegaskan bahwa penyaluran bansos ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga di tengah situasi darurat.

Komentar