Ekonomi Internasional
Beranda / Internasional / Kekayaan Elon Musk Tembus Rekor Baru US$ 788 Miliar Usai Saham Tesla Melonjak

Kekayaan Elon Musk Tembus Rekor Baru US$ 788 Miliar Usai Saham Tesla Melonjak

Jakarta — Kekayaan pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali mencetak rekor tertinggi setelah melonjak melampaui US$ 788,1 miliar atau setara sekitar Rp 13.406 triliun. Lonjakan ini terjadi seiring penguatan saham Tesla yang didorong optimisme pasar terhadap rencana ekspansi layanan robotaxi di Amerika Serikat.

Mengutip Forbes, kekayaan bersih Musk meningkat setelah saham Tesla menguat lebih dari 4 persen, mendorong nilainya melampaui rekor sebelumnya di kisaran US$ 780 miliar. Dengan asumsi nilai tukar sekitar Rp 16.986 per dolar AS, total kekayaan tersebut setara dengan sekitar Rp 13.406 triliun.

Elon Musk yang hadir dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, mengungkapkan bahwa armada robotaxi Tesla ditargetkan mulai beroperasi secara luas di seluruh Amerika Serikat pada akhir tahun ini, setelah peluncuran awal di Austin, Texas, pada Juni 2025. Pernyataan tersebut disambut positif oleh investor dan mendorong harga saham Tesla naik ke level di atas US$ 449 per saham.

Kenaikan saham tersebut semakin mengukuhkan posisi Musk sebagai orang terkaya di dunia, dengan selisih kekayaan yang sangat jauh dibandingkan para pesaingnya. Pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, masing-masing tercatat memiliki kekayaan sekitar US$ 270,4 miliar dan US$ 249,5 miliar, atau setara sekitar Rp 4.594 triliun dan Rp 4.241 triliun.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan keuangan Tesla kuartal IV 2025 yang dijadwalkan rilis pada 28 Januari. Pada periode tersebut, Tesla membukukan produksi lebih dari 434.000 unit kendaraan dengan pengiriman sekitar 418.000 unit, turun sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tokoh Adat dan Pemuda Serukan Damai, Kekerasan Dinilai Hancurkan Masa Depan Papua

Penurunan pengiriman ini membuat Tesla tersalip oleh produsen otomotif asal China, BYD, sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan volume penjualan.

Sepanjang tahun lalu, kekayaan Musk mencatat sejumlah tonggak penting. Pada Oktober, ia menjadi orang pertama di dunia dengan kekayaan lebih dari US$ 500 miliar, kemudian menembus US$ 600 miliar pada Desember, dan mencapai US$ 700 miliar hanya dalam hitungan hari.

Lonjakan kekayaan tersebut turut didorong oleh peningkatan valuasi SpaceX yang diperkirakan mencapai sekitar US$ 800 miliar, serta perkembangan xAI Holdings, perusahaan kecerdasan buatan miliknya, yang mencatat lonjakan valuasi signifikan setelah memperoleh pendanaan besar.

Ke depan, kekayaan Musk masih berpotensi mencetak rekor baru apabila paket kompensasi Tesla yang disetujui pada November lalu terealisasi sepenuhnya. Paket tersebut diperkirakan dapat bernilai hingga US$ 1 triliun, dengan catatan Tesla mampu memenuhi target produksi dan kinerja keuangan yang telah ditetapkan.

Gelombang Kekerasan di Papua Tuai Kecaman, Tokoh Adat: Ini Sudah Melampaui Batas Kemanusiaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement