Mimika – Kapolres Kabupaten Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, turun langsung menemui para pendulang yang melakukan aksi pemalangan di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Gorong-gorong, Sabtu (28/2).
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres memberikan imbauan agar para pendulang tidak melakukan tindakan anarkis serta mengedepankan dialog untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi. Melalui komunikasi yang berlangsung di lokasi, para pendulang akhirnya sepakat membuka blokade jalan sehingga arus lalu lintas kembali normal.
Meski situasi telah kondusif, sejumlah personel kepolisian masih disiagakan untuk memastikan keamanan tetap terjaga.
Kapolres meminta para pendulang bersabar dan menyelesaikan persoalan melalui jalur komunikasi tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami minta teman-teman pendulang bersabar. Mari kita bicara baik-baik. Silakan datang ke kantor dengan dikoordinir oleh ketua pendulang agar kita bisa mencari solusi bersama tanpa mengganggu masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pengusaha emas guna mencari jalan keluar yang dapat mengakomodasi kepentingan para pendulang.
“Kita pahami bahwa ini merupakan mata pencaharian kalian. Namun kami harap tidak melakukan tindakan anarkis. Mari kita cari solusi bersama, malam ini kami akan berkoordinasi dengan pengusaha,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pendulang mengungkapkan aksi tersebut dipicu kebutuhan ekonomi. Ia menyebut banyak pendulang memiliki tanggungan seperti biaya kos, makan, dan sekolah anak, sementara hasil pendulangan terkadang tidak terserap pasar.
Pendulang tersebut juga menilai ketua perkumpulan kurang hadir saat terjadi persoalan, sehingga mereka mengambil inisiatif melakukan pemalangan jalan umum sebagai bentuk protes.
Aksi yang sempat mengganggu pengguna jalan itu akhirnya berakhir secara damai setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh pihak kepolisian.

Komentar