Internasional Teknologi
Beranda / Teknologi / Kapal Perusak AS Berlabuh di Israel, Ketegangan Washington–Teheran Kian Memanas

Kapal Perusak AS Berlabuh di Israel, Ketegangan Washington–Teheran Kian Memanas

Mimika – Kapal perusak militer Amerika Serikat USS Delbert D. Black dilaporkan telah berlabuh di Pelabuhan Eilat, Israel bagian selatan. Militer Israel menyatakan kunjungan kapal perang tersebut telah direncanakan sebelumnya dan merupakan bagian dari koordinasi rutin antara angkatan bersenjata Israel dan Amerika Serikat.

Media Israel menyebutkan kehadiran USS Delbert D. Black sebagai bentuk kerja sama militer yang berkelanjutan, meski terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Foto-foto yang dibagikan jurnalis The Times of Israel menunjukkan kapal perusak tersebut berada tidak jauh dari garis pantai Eilat.

Kedatangan kapal perang AS ini berlangsung di saat hubungan Washington dan Teheran semakin tegang. Situasi diperburuk oleh keputusan Uni Eropa yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran sebagai organisasi teroris, serta meningkatnya koordinasi militer AS–Israel di kawasan.

Sebelumnya, penyiar publik Israel KAN melaporkan bahwa satu kapal militer AS tengah bersiap berlabuh di wilayah selatan Israel sebagai bagian dari penguatan kehadiran angkatan laut dan peningkatan kesiapsiagaan pertahanan. Langkah ini dilakukan seiring pemantauan ketat aparat keamanan Israel terhadap pergerakan militer Amerika Serikat di kawasan.

Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “armada besar” Amerika Serikat sedang bergerak menuju Iran, sembari mendesak Teheran untuk kembali ke meja perundingan. Pernyataan tersebut mendapat respons keras dari pejabat Iran yang memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan dibalas dengan respons cepat dan menyeluruh.

Kemensos Salurkan Rp1,2 Triliun Bansos PKH dan BPNT untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Meski demikian, Iran menegaskan tetap terbuka untuk dialog, namun hanya jika dilakukan dengan syarat yang dinilai adil, seimbang, dan tanpa tekanan. Perkembangan ini menambah kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement