Internasional Technology
Beranda / Technology / Iran Gelar Latihan Perang di Selat Hormuz di Tengah Ancaman Serangan Amerika Serikat

Iran Gelar Latihan Perang di Selat Hormuz di Tengah Ancaman Serangan Amerika Serikat

Nabire – Iran meningkatkan kesiapsiagaan militernya dengan menggelar latihan perang di sekitar Selat Hormuz, jalur perairan strategis di kawasan Teluk yang menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, menyusul pengerahan kapal induk dan berbagai aset militer Washington ke kawasan Timur Tengah.

Menjelang pelaksanaan latihan tembak langsung tersebut, otoritas Iran mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang membatasi navigasi udara di wilayah Selat Hormuz. Pemberitahuan ini dikeluarkan dengan alasan adanya aktivitas militer yang melibatkan tembakan langsung di wilayah udara sekitar selat tersebut.

Dalam NOTAM itu disebutkan bahwa latihan militer Iran berlangsung selama beberapa hari dan mencakup area melingkar dengan radius sekitar lima mil laut. Wilayah udara dari permukaan tanah hingga ketinggian 25.000 kaki ditetapkan sebagai zona berbahaya dan dibatasi untuk penerbangan sipil selama latihan berlangsung.

Latihan militer Iran ini berlangsung bersamaan dengan latihan kesiapan militer yang dilakukan Angkatan Udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Komando Pusat Angkatan Udara AS menyatakan latihan tersebut bertujuan menunjukkan kemampuan pengerahan cepat, dukungan logistik, serta pemeliharaan kekuatan tempur udara di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.

Ketegangan antara Teheran dan Washington terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dipicu oleh situasi politik dan keamanan di dalam negeri Iran. Penindakan keras terhadap demonstrasi antipemerintah di sejumlah kota disebut telah menimbulkan ribuan korban jiwa serta penahanan massal, yang memicu kecaman internasional.

Kemensos Salurkan Rp1,2 Triliun Bansos PKH dan BPNT untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sempat mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap target rezim Iran, namun menunda keputusan tersebut. Meski demikian, Amerika Serikat tetap menegaskan bahwa seluruh opsi, termasuk tindakan militer, masih terbuka dalam menghadapi Iran.

Pemerintah Iran merespons dengan peringatan keras, menyatakan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh. Latihan militer di Selat Hormuz pun dipandang sebagai sinyal kesiapan Iran menghadapi kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement