Dogiyai – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) se-Kota Studi Sorong mengeluarkan pernyataan sikap terkait situasi konflik dan kemanusiaan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, menyusul insiden penembakan terhadap warga sipil yang dilaporkan menewaskan enam orang dan melukai lima lainnya.
Dalam pernyataan resminya, IPMADO menilai kondisi di Dogiyai telah memasuki darurat kemanusiaan. Organisasi mahasiswa tersebut mengutuk keras tindakan represif aparat kepolisian yang disebut menyasar warga sipil.
IPMADO mendesak Kapolres Dogiyai untuk segera bertanggung jawab atas insiden penembakan yang menimpa sejumlah warga. Beberapa nama korban yang disebut dalam pernyataan itu antara lain Angkian Edowai, Yosep Yobee, Siprianus Tibakoto, Esther Pigai, dan Feri Auwe, serta sejumlah korban lainnya.
Selain meminta pertanggungjawaban, IPMADO juga menuntut agar Kapolres Dogiyai dicopot dari jabatannya. Mereka menilai tindakan penembakan dilakukan tanpa prosedur yang jelas dan tanpa didahului olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tak hanya itu, IPMADO juga meminta Kapolda Papua Tengah untuk menghentikan tindakan aparat yang dinilai melakukan penembakan tanpa prosedur terhadap warga sipil. Menurut mereka, aparat keamanan seharusnya menjalankan tugas utama sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam poin tuntutan lainnya, IPMADO mendesak lembaga advokasi independen internasional untuk melakukan investigasi terhadap kasus yang mereka sebut sebagai “Dogiyai Berdarah.”
Mereka juga meminta agar pelaku penembakan segera diadili dan kasus tersebut diusut secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain aspek penegakan hukum, IPMADO menuntut penghentian segala bentuk kekerasan dan militerisme terhadap warga sipil di Dogiyai. Organisasi itu turut mendesak Pemerintah Indonesia untuk menarik kembali personel militer dari Kabupaten Dogiyai serta mencabut seluruh pos militer yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa asal Dogiyai terhadap situasi kemanusiaan di daerah tersebut. IPMADO berharap tuntutan mereka mendapat perhatian serius dari seluruh pihak yang berwenang agar situasi keamanan dan kemanusiaan di Dogiyai segera membaik.

Komentar