Mimika – Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, Jhon NR Gobai, memfasilitasi pertemuan bersama Tim Harmonisasi Dogiyai, Tim Harmonisasi Pemda Mimika, serta Danyon Brimob guna mempercepat penyelesaian persoalan dan memastikan akses menuju Kapiraya tidak lagi terhambat.
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi penting antarwilayah adat dan pemerintah daerah, sekaligus membangun koordinasi dengan tim dari Deiyai agar seluruh proses berjalan lancar, terarah, dan tanpa gesekan di lapangan.
Kepada media, Gobai menyampaikan bahwa seluruh pihak memiliki komitmen yang sama untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memperkeruh suasana maupun memicu pergerakan massa dari bawah.
“Kita semua ingin damai. Jangan sampai ada pergerakan massa dari bawah, baik dari Kamoro kepada masyarakat Mee maupun sebaliknya. Kita ini hidup bertetangga dalam wilayah adat, harusnya bisa rukun,” ujarnya, Senin (2/3).
Menurutnya, generasi muda perlu memahami sejarah dan nilai adat yang diwariskan para leluhur. Ia menilai kehidupan rukun dan damai telah menjadi fondasi sejak lama, sebelum muncul dinamika baru seperti aktivitas tambang emas ilegal yang berkembang sejak 2024.
“Orang tua dulu ajak kita hidup baik-baik. Nilai itu yang harus kita warisi. Jangan sampai kita buta oleh konflik. Kita semua ingin hidup damai,” tuturnya.
Gobai juga menekankan bahwa batas wilayah adat harus tetap dihormati, namun tidak boleh menjadi pemicu rusaknya hubungan kekeluargaan yang telah terbangun selama ini.
“Batas adat itu penting dan harus dihargai, tetapi jangan sampai batas itu menghancurkan hubungan kekeluargaan yang sudah terbangun lama,” katanya.
Dalam forum tersebut, ia turut meminta aparat keamanan, khususnya jajaran Brimob, agar menindak tegas oknum yang menyebarkan informasi provokatif melalui media sosial maupun konten lainnya.
“Saya minta jika ada yang menyebarkan informasi provokatif atau mengajak pada kekerasan, harus dihentikan. Siapapun yang mengganggu proses harmonisasi yang sedang dibangun Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah tiga kabupaten, aparat keamanan harus ambil langkah tegas dan proses sesuai hukum,” tegasnya.
Melalui pertemuan bersama Tim Harmonisasi Dogiyai dan Tim Harmonisasi Pemda Mimika tersebut, diharapkan komunikasi terus terjalin dengan baik sehingga akses ke Kapiraya dapat terbuka tanpa hambatan, demi menjaga stabilitas dan kedamaian di Papua Tengah.

Komentar