Internasional
Beranda / Internasional / Hari ke-35 Konflik AS-Israel vs Iran: Jet Tempur AS Diklaim Rontok, Teheran Tolak Gencatan Senjata

Hari ke-35 Konflik AS-Israel vs Iran: Jet Tempur AS Diklaim Rontok, Teheran Tolak Gencatan Senjata

Kairo/Teheran/Washington – Ketegangan di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda saat konflik antara blok Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran memasuki hari ke-35, Jumat (3/4/2026) waktu setempat.

Eskalasi terbaru terjadi setelah Iran mengeklaim berhasil menjatuhkan sejumlah aset udara militer AS dalam satu hari, sementara Teheran juga secara tegas menolak proposal gencatan senjata 48 jam yang disebut diajukan Washington melalui negara perantara. (Xinhua News)

Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social miliknya menyatakan bahwa Washington dapat membuka kembali Strait of Hormuz dalam waktu singkat.

“Dengan sedikit waktu lagi, kita bisa dengan mudah membuka Selat Hormuz, mengambil minyaknya, dan menghasilkan kekayaan besar.”

Namun, perkembangan di lapangan justru menunjukkan tekanan besar terhadap militer AS. Iran menyebut sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh pesawat serang A-10 Warthog di perairan selatan dekat Selat Hormuz, setelah sebelumnya juga mengklaim merontokkan jet tempur F-35 di wilayah udara Iran tengah. Selain itu, dua helikopter penyelamat AS yang terlibat operasi SAR juga dilaporkan terkena tembakan Iran. (China.org.cn)

Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Yordania, Drone Bidik Muwaffaq Salti Air Base

Satu awak pesawat dilaporkan berhasil dievakuasi, sementara pencarian terhadap awak lainnya masih berlangsung.

Di sisi diplomasi, sumber media Iran menyebut Teheran menolak proposal penghentian tembak selama 48 jam. Pemerintah Iran menegaskan tidak akan menghentikan perlawanan selama serangan terhadap wilayahnya masih terus berlangsung. (China.org.cn)

Sementara itu, laporan intelijen terbaru AS menyebut sekitar 50 persen peluncur rudal Iran masih utuh, dengan ribuan drone serang yang masih siap digunakan, meski serangan udara telah berlangsung lebih dari satu bulan. (Xinhua News)

Dampak konflik kini meluas ke sektor energi dan infrastruktur kawasan. Di Kuwait, serangan drone dilaporkan menghantam fasilitas desalinasi air dan kilang minyak Mina al-Ahmadi. Sementara di United Arab Emirates, fasilitas gas Habshan serta kompleks aluminium besar di Abu Dhabi dilaporkan mengalami kerusakan serius. (The Economic Times)

Situasi kemanusiaan juga menjadi perhatian. Serangan di Provinsi Alborz dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 warga sipil dan melukai puluhan lainnya, memicu sorotan dari kalangan pakar hukum internasional yang mulai mempertanyakan legalitas operasi militer tersebut. (The Guardian)

Rudal Iran Hantam Pabrik Kimia Israel Selatan, Kebakaran Besar Picu Kekhawatiran Kebocoran Zat Berbahaya

Sejumlah negara tetangga turut mengambil langkah antisipasi. Iraq memperpanjang penutupan wilayah udara hingga 10 April, sementara Turkey terus mendorong jalur diplomasi. Di Lebanon, Kedutaan Besar AS mengimbau warganya segera meninggalkan negara tersebut selagi penerbangan komersial masih tersedia. (China.org.cn)

Hingga kini, kedua pihak masih menunjukkan sikap keras dan belum ada sinyal kuat bahwa jalur diplomasi akan menghasilkan terobosan dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat eskalasi konflik diperkirakan masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement