Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji memastikan Adies Kadir tidak lagi berstatus sebagai kader Partai Golkar sejak dicalonkan sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Sarmuji, Adies telah mengundurkan diri dari keanggotaan partai sekaligus jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar sebelum proses pencalonan tersebut berlangsung.
“Enggak, sudah enggak. Sebelum dicalonkan itu Pak Adies sudah mundur jadi anggota Golkar, bukan hanya mundur sebagai Waketum Golkar, tapi juga sebagai kader Golkar,” ujar Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Sarmuji menegaskan, mundurnya Adies tidak berdampak pada kinerja organisasi partai. Ia menyebut Golkar memiliki banyak kader yang siap mengisi posisi Wakil Ketua Umum yang ditinggalkan Adies, meski hingga kini penggantinya belum ditetapkan secara resmi.
“Oh, kalau itu banyak stoknya. Banyak di Golkar. Bisa siapa saja, stoknya banyak sekali,” kata Sarmuji.
Ia juga menepis anggapan bahwa kekosongan jabatan tersebut akan mengganggu roda organisasi partai berlambang beringin itu.
“Enggaklah. Golkar sudah biasa begitu. Enggak ada problem. Kadernya banyak,” ujarnya.
Namun demikian, Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah Adies Kadir juga telah mengundurkan diri dari Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), mengingat Adies masih tercatat sebagai Ketua Umum MKGR.
“Saya bukan pengurus Ormas MKGR, jadi enggak tahu. Tapi mungkin iya. Ada kemungkinan beliau harus mundur juga, meskipun itu ormas,” pungkas Sarmuji.

Komentar