Nabire — Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Laodikia Jayanti resmi memulai pembangunan gedung gereja melalui ibadah peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak awal pembangunan rumah ibadah yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan iman dan pembinaan rohani jemaat.
Ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita dengan mengusung tema, “Karena tidak seorang pun yang dapat meletakkan dasar yang lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11), serta subtema, “Aku seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar dan orang lain membangun terus di atasnya” (1 Korintus 3:10).
Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Papua Tengah yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Dr. Zakharias F. Marey, S.Sos., M.T., Ketua GKII Wilayah III Papua Tengah Pdt. Yohakim Mote, Bupati Intan Jaya Aner Maisini, Badan Pengurus GKII Daerah Nabire, para pendeta dan hamba Tuhan, tokoh masyarakat dan adat, serta ratusan jemaat GKII Laodikia Jayanti.
Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Dr. Zakharias, disampaikan permohonan maaf Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah Papua Tengah yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas di luar daerah.
“Atas kasih dan penyertaan Tuhan, pada hari ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk mengikuti ibadah peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja GKII Jemaat Laodikia Jayanti Nabire dengan penuh sukacita,” ujar Dr. Zakharias.
Ia menegaskan bahwa Yesus Kristus harus menjadi dasar yang kokoh, tidak hanya dalam pembangunan fisik gedung gereja, tetapi juga dalam pertumbuhan iman dan kehidupan rohani jemaat. Firman Tuhan yang menjadi tema kegiatan tersebut diharapkan menjadi pegangan dalam setiap proses pembangunan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, pada prinsipnya mendukung pembangunan rumah ibadah karena memiliki peran strategis dalam membentuk karakter moral dan spiritual masyarakat. Gereja diharapkan menjadi pusat pembinaan iman, pendidikan rohani, serta wadah penanaman nilai kasih, damai, dan persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Papua Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan, para pelayan Tuhan, dan seluruh jemaat GKII Laodikia Jayanti atas komitmen dan pengorbanan yang telah diberikan demi terwujudnya pembangunan gedung gereja tersebut.
“Pembangunan ini bukan hanya mendirikan sebuah bangunan fisik, tetapi juga membangun kehidupan rohani umat serta memperkokoh persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Pemerintah berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tepat waktu, serta senantiasa berada dalam tuntunan dan perlindungan Tuhan. Doa juga dipanjatkan agar setiap jerih payah, dana, doa, dan tenaga yang dipersembahkan mendapat berkat dari Tuhan.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Papua Tengah menyambut dengan penuh sukacita dimulainya pembangunan gedung GKII Jemaat Laodikia Jayanti Nabire dan berharap Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberkati seluruh jemaat.

Komentar