Nabire — Education Fair SMK 2026 resmi digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Jumat (6/2/2026). Mengusung tema “Kreatif dan Inovasi untuk SMK Siap Kerja, Wirausaha Hebat”, kegiatan ini menjadi ajang promosi pendidikan vokasi sekaligus wadah unjuk kompetensi siswa SMK se-Kabupaten Nabire.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (7/2/2026) tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, para kepala sekolah SMK, tenaga pendidik, serta ratusan siswa SMK.
Ketua Panitia Penyelenggara Education Fair SMK 2026, Dr. apt. H. Nur Alam Abdullah, S.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaan. Dari total 18 SMK yang ada di Kabupaten Nabire, sebanyak 14 SMK berpartisipasi aktif.
“Education Fair ini sudah memasuki tahun kedua. Dari 18 SMK yang ada, 14 sekolah berpartisipasi. Yang belum ikut masih terkendala faktor internal, namun semuanya mendukung. Harapan kami, tahun 2027 seluruh SMK di Nabire bisa terlibat,” ujar Nur Alam.
Ia menjelaskan, Education Fair SMK 2026 bertujuan memperkenalkan potensi dan kekuatan pendidikan vokasi kepada masyarakat luas. Melalui penguatan kreativitas dan inovasi, lulusan SMK diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan.
Dalam pameran tersebut, masing-masing SMK menampilkan kompetensi keahlian dan produk hasil karya siswa, mulai dari makanan dan minuman olahan, jamu kekinian, produk perikanan, hingga karya teknik seperti pengelasan.
“Semua produk yang ditampilkan merupakan hasil karya siswa SMK sendiri di bawah bimbingan guru produktif. Ini membuktikan bahwa siswa SMK mampu berkreasi dan berwirausaha sejak masih di bangku sekolah,” jelasnya.
Namun demikian, Nur Alam juga menyoroti tantangan dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Ia mengungkapkan masih adanya sebagian dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di Kabupaten Nabire yang menolak menerima siswa PKL.
“Kami cukup prihatin karena dalam lima tahun terakhir masih ada DUDI yang menolak menerima siswa PKL, padahal regulasi sudah jelas mewajibkan dunia industri mendukung pendidikan vokasi,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menerbitkan edaran khusus agar dunia usaha dan industri bersinergi dengan SMK dalam menerima siswa PKL.
“PKL adalah kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan ilmunya secara langsung. Bahkan dari PKL bisa lahir tenaga kerja baru yang berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, MM, menyampaikan apresiasi kepada panitia, MKKS, serta 14 SMK yang berpartisipasi dalam Education Fair SMK 2026.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua MKKS, panitia, dan seluruh SMK yang terlibat. Kegiatan ini menunjukkan semangat dan antusiasme yang luar biasa,” ujarnya.
Dina menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nabire mendukung penuh kegiatan tersebut karena menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi, kreativitas, dan keunggulan SMK kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat langsung hasil karya, inovasi, dan kompetensi peserta didik SMK di Kabupaten Nabire,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para siswa SMK agar menjadikan Education Fair sebagai momentum membangun kepercayaan diri dan menyiapkan masa depan.
“Teruslah belajar dan berkarya, karena masa depan Nabire ada di tangan generasi muda yang terampil dan berdaya saing,” tutupnya.

Komentar