Tragedi penembakan pesawat kembali terjadi di wilayah Papua Selatan. Dua pilot maskapai Smart Air dilaporkan tewas dalam insiden penembakan pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang terjadi di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/2) siang.
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra membenarkan informasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa kedua pilot sempat berupaya menyelamatkan diri bersama para penumpang setelah pesawat diduga ditembak saat berada di wilayah tujuan.
“Kami menerima informasi bahwa pilot dan co-pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar AKBP Wisnu, Rabu (11/2).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan awal yang diterima aparat, pesawat dengan registrasi PK-SNR tersebut melayani rute Tanah Merah – Danawage/Korowai Batu. Pesawat berangkat membawa 12 penumpang dan 1 teknisi, dengan total 13 orang di dalamnya.
Pesawat dilaporkan lepas landas dari Tanah Merah pada pukul 10.38 waktu setempat (LT). Namun dalam laporan lain disebutkan pesawat telah mendarat di Bandara Korowai Batu sekitar pukul 10.05 LT, sebelum kemudian insiden penembakan terjadi. Aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi waktu secara detail.
Saat berada di wilayah Korowai, pilot menginformasikan bahwa pesawat mereka ditembak. Dalam situasi darurat tersebut, pilot bersama penumpang memutuskan untuk meninggalkan pesawat dan menyelamatkan diri ke area hutan sekitar bandara.
Komunikasi terakhir yang diterima dari pilot berbunyi:
“Gaada sihyal tlg dilacak aja S 5,214472° T 140,016460°, di Korowai kita ditembakin S 5,214139° T 140,016718°.”
Pesan tersebut menunjukkan upaya pilot mengirimkan koordinat lokasi untuk memudahkan proses pelacakan dan pertolongan.
Ditemukan Meninggal Dunia
Pada pukul 13.26 LT, aparat menerima informasi bahwa dua pilot atas nama Capt. Egon E dan Capt. Baskoro telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Berdasarkan keterangan awal, keduanya diduga ditembak setelah melarikan diri ke hutan.
Sementara itu, kondisi para penumpang dan teknisi masih dalam proses pendataan dan pengamanan oleh aparat di lapangan. Aparat gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk melakukan evakuasi serta pengamanan lokasi kejadian.
Proses Penanganan dan Pengamanan
Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku dan memastikan situasi keamanan di wilayah tersebut. Tim evakuasi juga terus berupaya menjangkau lokasi yang diketahui berada di area dengan akses terbatas dan kondisi geografis yang menantang.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko operasional penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua, yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi masyarakat di daerah terpencil.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi lebih lanjut, sembari memastikan bahwa upaya penegakan hukum dan evakuasi korban dilakukan secara maksimal.

Komentar