Mimika – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Papua Tengah, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah daerah membangun gedung PAUD dan TK di seluruh wilayah pesisir hingga pegunungan Mimika pada 2026–2027. Program ini dinilai krusial untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan usia dini sekaligus menyukseskan program wajib belajar 13 tahun yang mulai berlaku secara nasional pada tahun ajaran 2025/2026.
Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menegaskan pembangunan sekolah PAUD/TK harus diprioritaskan bagi kampung-kampung yang hingga kini belum memiliki layanan pendidikan anak usia dini.
“Ini langkah yang baik, namun pembangunan harus diprioritaskan di kampung yang memang belum memiliki PAUD/TK. Jika sudah ada sekolah yang dibangun swasta, pemerintah tidak perlu membangun baru, tetapi tetap wajib memberi perhatian yang sama tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta,” ujarnya di Timika, Sabtu.
Menurut Primus, pembangunan fisik gedung tidak boleh berdiri sendiri. Pemerintah juga harus memastikan ketersediaan sarana-prasarana belajar serta tenaga pendidik agar sekolah yang dibangun benar-benar berfungsi optimal.
“Tenaga pengajarnya juga harus ada. Jangan sampai semangat membangun gedung tidak didukung fasilitas dan guru yang memadai, sehingga akhirnya mubazir,” tegasnya.
Fokus Pesisir dan Pegunungan Mimika
Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah membangun gedung PAUD/TK di wilayah pesisir dan pegunungan yang selama ini masih minim fasilitas pendidikan dasar.
Data pemerintah menunjukkan masih banyak distrik yang belum memiliki sekolah PAUD/TK secara merata.
Di wilayah pesisir, sejumlah distrik masih mengalami keterbatasan serius:
- Distrik Mimika Barat Jauh: 5 kampung, hanya 1 PAUD/TK di Potowaiburu
- Distrik Mimika Barat Tengah: 9 kampung, belum ada PAUD/TK
- Distrik Amar: 6 kampung, hanya 2 sekolah
- Distrik Mimika Barat: 7 kampung, hanya 2 sekolah di Kokonao
- Distrik Atuka: 5 kampung, hanya 1 sekolah
- Distrik Mimika Timur Jauh: 5 kampung, hanya 1 sekolah
- Distrik Agimuga: 8 kampung, hanya 1 sekolah
- Distrik Jita: 10 kampung, belum ada PAUD/TK
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah pegunungan seperti Distrik Tembagapura, Hoya, Jila, dan Alama, yang rata-rata masih kekurangan layanan pendidikan anak usia dini.
Fondasi SDM Jangka Panjang
Program pembangunan PAUD/TK ini dinilai menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Mimika dalam jangka panjang, terutama untuk memastikan anak-anak di wilayah terpencil mendapatkan akses pendidikan sejak usia dini.
Selain mendukung program nasional wajib belajar 13 tahun, langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan antara wilayah kota, pesisir, dan pegunungan di Kabupaten Mimika.

Komentar