Paniai – Nama Demianus Magai Yogi, yang disebut sebagai Panglima Tertinggi West Papua Army (WPA), kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan tindakan tekanan dan pemerasan terhadap warga di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.
Informasi yang beredar menyebutkan, praktik tersebut diduga menyasar berbagai kalangan masyarakat, mulai dari warga kampung, pedagang pendatang, hingga pelaku usaha kecil yang beraktivitas sehari-hari di wilayah tersebut.
Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah juga dikabarkan turut menjadi sasaran permintaan uang.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga mengaku merasa khawatir karena praktik yang disebut terjadi berulang kali tersebut dinilai dapat mengganggu ketenangan, rasa aman, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, masyarakat tentu takut untuk beraktivitas seperti biasa,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Masyarakat menilai dugaan praktik pemerasan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas sosial serta menekan aktivitas usaha warga, terutama di wilayah yang menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat.
Selain berdampak pada rasa aman, situasi ini juga dikhawatirkan dapat mempengaruhi pelayanan pemerintahan apabila benar ASN turut menjadi sasaran tekanan.
Warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan pendalaman dan mengambil langkah tegas agar situasi keamanan di Paniai tetap kondusif dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa rasa takut.
Kasus ini kembali menjadi perhatian publik karena dinilai menyangkut langsung ketertiban sosial, pelayanan publik, serta iklim keamanan di wilayah Papua Tengah.

Komentar