PANIAI – Nama Demianus Magai Yogi, yang dikenal sebagai Panglima Tertinggi West Papua Army (WPA), kembali menjadi sorotan publik setelah muncul laporan warga terkait dugaan tekanan dan permintaan uang terhadap berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Paniai. Situasi ini memicu keresahan karena disebut menyasar warga kampung, pedagang pendatang, tukang ojek, hingga aparatur sipil negara (ASN).
Sorotan terhadap Demianus muncul di tengah dinamika internal gerakan politik Papua, setelah sebelumnya ia diketahui menyampaikan ucapan selamat kepada Menase Tabuni atas terpilihnya sebagai Presiden United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).
Namun, di balik dinamika tersebut, sejumlah laporan masyarakat menyebut adanya praktik tekanan berulang yang berdampak pada rasa aman warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Beberapa warga mengaku khawatir kondisi ini dapat mengganggu ketenangan di wilayah Paniai, terutama bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas harian di pasar maupun jalanan.
Pedagang, Tukang Ojek hingga ASN Disebut Jadi Sasaran
Informasi yang beredar menyebut dugaan permintaan uang tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga ASN di lingkungan pemerintah daerah.
Jika praktik ini benar terjadi, kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sosial, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di Paniai.
Warga berharap aparat penegak hukum segera menelusuri kebenaran informasi tersebut agar tidak berkembang menjadi keresahan yang lebih luas.
Sebelumnya Bantah Surat Permintaan Dana
Sebelumnya, Demianus Magai Yogi sempat memberikan klarifikasi terkait surat permintaan dana Rp700 juta yang beredar di masyarakat. Ia menyatakan dokumen tersebut bukan surat resmi organisasi dan menyebut ada kemungkinan dibuat oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.
Meski begitu, kemunculan kembali laporan masyarakat terkait dugaan tekanan dan pemerasan membuat namanya kembali menjadi perhatian publik.
Situasi ini dinilai penting untuk segera diklarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat memperburuk suasana keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Paniai.

Komentar