
Deiyai – Bupati Kabupaten Deiyai Melkianus Mote menegaskan komitmennya membangun Deiyai melalui tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan perekonomian berbasis rakyat. Dari ketiga sektor tersebut, pendidikan ditetapkan sebagai prioritas utama guna menjadikan Deiyai sebagai gudang intelektual di Papua Tengah.
Bupati Mote menekankan bahwa pembangunan pendidikan harus dimulai dari jenjang paling dasar, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), baik dari aspek tenaga pendidik maupun sarana pendukung.
Untuk memastikan pembenahan berjalan tepat sasaran, Bupati Mote memerintahkan seluruh ASN di Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai turun langsung ke lapangan pada semester pertama 2026 guna melihat kondisi riil pendidikan di kampung-kampung.
“Mulai sekarang, semua ASN Dinas Pendidikan turun ke lapangan. Ambil data apa adanya sesuai kondisi di lapangan,” tegas Bupati Mote, Kamis (8/1/2026).
Ia menekankan data yang dikumpulkan harus jujur dan tanpa rekayasa karena akan menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah. Bupati juga menegaskan bahwa PAUD menjadi prioritas utama karena pembentukan karakter manusia dimulai sejak usia dini.
“Kalau ada PAUD yang tidak menjalankan kegiatan belajar mengajar, maka sekolah tersebut akan ditutup,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Mote meminta Dinas Pendidikan mengidentifikasi kampung-kampung yang belum memiliki PAUD. Untuk sementara, penguatan pendidikan anak usia dini akan dilakukan melalui Sekolah Minggu di gereja-gereja.
Terkait tenaga pendidik, ia menegaskan rekrutmen guru PAUD harus selektif. Ke depan, guru PAUD diharapkan berasal dari lulusan Sarjana Pendidikan (S.Pd) dan Sarjana Agama (S.Ag) yang belum bekerja.
“PAUD dan Posyandu harus berjalan seiring. Anak-anak harus sehat dan juga pintar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Deiyai, Longginus Pekei, menyatakan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan seluruh arahan Bupati dan memastikan pelayanan pendidikan PAUD berjalan maksimal di seluruh wilayah Deiyai.

Komentar