Hukum & Kriminal Nabire Nasional
Beranda / Nasional / BMP RI Kecam Pembunuhan Pekerja Sekolah di Yahukimo, Sebut Serangan sebagai Teror terhadap Pendidikan Papua

BMP RI Kecam Pembunuhan Pekerja Sekolah di Yahukimo, Sebut Serangan sebagai Teror terhadap Pendidikan Papua

NABIRE – Gelombang kecaman terhadap aksi kekerasan kelompok bersenjata di Papua Pegunungan terus menguat setelah serangan brutal yang menewaskan seorang pekerja bangunan sekolah di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Insiden tersebut dinilai bukan sekadar tindak kriminal, tetapi teror terbuka terhadap warga sipil dan masa depan pendidikan di pedalaman Papua.

Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI), Ali Kabiay, secara tegas mengutuk serangan yang menewaskan korban berinisial DD (41), warga asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

“Aparat keamanan harus mengejar dan menangkap pelaku kekerasan ini karena tindakan mereka sangat mengganggu stabilitas hidup damai,” tegas Ali Kabiay di Nabire, Kamis (5/2/2026).

Korban diketahui sedang merakit meja dan kursi untuk kebutuhan siswa SMP YPK Yakpesmi ketika kelompok bersenjata menyerang secara tiba-tiba di lingkungan sekolah. Aktivitas yang semula bertujuan mendukung kelancaran proses belajar mengajar berubah menjadi tragedi yang menyisakan duka mendalam.

Menurut Ali, serangan di area sekolah tidak hanya merenggut satu nyawa, tetapi juga menciptakan trauma bagi guru, siswa, dan masyarakat sekitar.

Dugaan Surat Permintaan Dana untuk “Pengamanan” di Paniai Diselidiki, Aparat Telusuri Keterlibatan Demianus Magai Yogi

“Ini bukan sekadar tindak kekerasan, tetapi pesan teror yang ditujukan untuk menghentikan roda pembangunan. Pendidikan adalah simbol masa depan Papua yang damai dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menegaskan, sekolah dan fasilitas pendidikan merupakan simbol harapan generasi muda Papua. Karena itu, segala bentuk kekerasan yang menyasar sektor pendidikan harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap pembangunan sumber daya manusia.

Ali juga mendesak negara melalui aparat keamanan untuk mengambil langkah cepat, profesional, dan transparan agar pelaku segera ditangkap serta tidak mengulangi aksi serupa.

“Tindakan ini sangat bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan cita-cita kesejahteraan masyarakat Papua. Negara harus hadir secara nyata,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan di Papua, khususnya di sektor pendidikan, tidak boleh berhenti akibat aksi teror. Pemerintah bersama aparat keamanan diminta memastikan sekolah, guru, pekerja pembangunan, dan fasilitas umum lainnya mendapat perlindungan maksimal.

Koperasi Desa Merah Putih Atuka Jadi Pilot Project Nasional, Menteri Koperasi: Ubah Warga Jadi Pelaku Ekonomi

Selain mendukung langkah tegas aparat, Ali Kabiay juga mengimbau masyarakat Yahukimo dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memperkeruh situasi keamanan.

Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan serta aktif berkomunikasi dengan aparat sebagai bentuk partisipasi menjaga stabilitas daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement