
Nabire – Anggota DPRK Nabire Daniel Mumakapa meminta pemerintah daerah dan dinas terkait memberikan perhatian serius terhadap Sekolah Tinggi Teologi (STT) Bible Missionary Work (BMW) Papua yang berlokasi di Distrik Teluk Kimi, Nabire Timur, Papua Tengah.
Daniel menegaskan, sejak berdiri hingga kini STT BMW Papua belum terakreditasi BAN-PT, meski telah melengkapi dan mengajukan berbagai dokumen pendukung. Ia menyayangkan belum pernah adanya kunjungan atau pemantauan langsung dari pemerintah daerah maupun provinsi ke kampus tersebut.
“STT BMW Papua memiliki peran strategis dalam mencetak pelayan gereja dan SDM Kristen di Papua Tengah, namun belum mendapat perhatian yang layak,” ujar Daniel, Sabtu (11/1/2026).
Ia mengungkapkan sejumlah kendala utama yang menghambat proses akreditasi, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, seperti belum tersedianya perpustakaan dan laboratorium yang memadai, minimnya koleksi buku, keterbatasan laboratorium komputer, serta kekurangan ruang kelas dan fasilitas air bersih.
Selain itu, STT BMW Papua juga membutuhkan akses internet (Starlink) untuk menunjang pembelajaran, serta pemasangan CCTV guna meningkatkan pengawasan dan kualitas proses belajar-mengajar.
Daniel menegaskan bahwa STT BMW Papua merupakan satu-satunya kampus BMW di Papua Tengah yang melayani hingga enam provinsi, sehingga sudah seharusnya mendapat dukungan nyata dari pemerintah.
“Saya berharap Pemkab Nabire dan Pemprov Papua Tengah melalui dinas terkait dapat turun langsung dan memberikan bantuan konkret agar STT BMW Papua bisa segera terakreditasi,” tegasnya.

Komentar