Hukum & Kriminal Nabire Nasional
Beranda / Nasional / Ali Kabiyai: Kepala Suku adalah Tolok Ukur Suara Akar Rumput Papua Tengah

Ali Kabiyai: Kepala Suku adalah Tolok Ukur Suara Akar Rumput Papua Tengah

Nabire – Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih RI, Ali Kabiyai, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kepala suku, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh masyarakat yang telah menghadiri pertemuan dan deklarasi bersama di Sekretariat Bersama.

Menurutnya, kehadiran para pemimpin adat merupakan bentuk dukungan nyata dalam membangun kebersamaan dan kesepahaman di tengah dinamika situasi keamanan yang terjadi di Papua.

“Kami berharap diskusi ini dapat dilaksanakan secara adat dan singkat, kemudian dilanjutkan dengan deklarasi bersama. Deklarasi ini penting sebagai pandangan masyarakat Papua Tengah agar kejadian seperti pembunuhan pilot tidak terjadi di wilayah ini,” ujarnya.

Dampak Kekerasan: Ekonomi Lumpuh, Masyarakat Terdampak

Ali menyoroti peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Yahukimo dan Boven Digoel, di mana sejumlah masyarakat, termasuk ASN, guru, pilot, dan pekerja penerbangan, meninggalkan daerah tersebut akibat situasi keamanan.

Ia menegaskan bahwa dampak pertama dari gangguan keamanan adalah lumpuhnya perekonomian masyarakat.

Kepala Suku Besar Kamoro Mimika Kecam Pembunuhan Guru di Yahukimo: Tindakan Keji dan Bertentangan dengan Nilai Iman

“Jika ekonomi lumpuh, masyarakat akan kesulitan memenuhi kebutuhan makan dan minum, terutama Orang Asli Papua (OAP). Distribusi bahan pokok seperti beras, mi instan, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya sangat bergantung pada transportasi udara,” jelasnya.

Di wilayah yang aksesnya hanya melalui jalur penerbangan, gangguan keamanan akan berdampak langsung pada terhentinya distribusi logistik, pemasaran hasil kebun, hingga terganggunya aktivitas pendidikan.

Peran Strategis Kepala Suku dan Tokoh Adat

Ali menegaskan alasan tidak mengundang pemerintah dalam forum tersebut karena pihaknya meyakini bahwa kepala suku dan tokoh adat adalah representasi langsung masyarakat akar rumput.

“Kami mengundang para kepala suku dan tokoh adat karena Bapak-bapak sekalian adalah tolok ukur masyarakat adat. Suara Bapak-bapak didengar dan dihormati oleh masyarakat,” katanya.

Sebagai Ketua Pemuda Adat Wilayah Karya II dan Sekjen DPP BMP RI, Ali berharap para pemimpin adat dapat memberikan pandangan yang menyejukkan serta arahan positif demi menjaga stabilitas di Papua Tengah.

Tokoh Adat dan Pemuda Nabire Deklarasi Bersama: Kutuk Kekerasan, Tegaskan Papua Harus Damai

“Kita semua tetap berada dalam bingkai NKRI. Karena itu, kita perlu menyampaikan sikap kecaman sejak awal agar peristiwa yang terjadi di Papua Pegunungan dan Papua Selatan tidak terulang di Papua Tengah,” tegasnya.

Pertemuan yang diinisiasi oleh BMP Pemuda Adat, BMA, Forum Peduli Masyarakat Adat, dan Aliansi Pemuda Papua ini diharapkan menghasilkan deklarasi bersama sebagai komitmen menjaga Tanah Papua tetap aman, damai, dan sejahtera.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement