Mimika Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Sekolah Rakyat Hadir di Mimika, Langkah Nyata Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Sekolah Rakyat Hadir di Mimika, Langkah Nyata Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menapaki babak baru pembangunan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Meski gedung permanen belum berdiri, proses belajar mengajar telah berjalan dengan memanfaatkan bangunan rumah susun (Rusun) yang telah direhabilitasi.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar menjalankan program pusat, melainkan langkah konkret untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang terintegrasi.

“Sekolah ini sementara berjalan di Rusun yang sudah kita rehab. Ini sifatnya transit sambil menunggu pembangunan permanen oleh kementerian,” ujarnya.

Inisiatif Nasional, Dukungan Pusat

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif nasional yang digagas melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan dukungan pembangunan infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Seluruh pembiayaan operasional sementara ditanggung pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan untuk pembangunan kompleks sekolah permanen.

Jumlah ASN Pemprov Papua Tengah Capai 2.300 Orang, BKPSDM Benahi Data Kepegawaian

Kawasan Pendidikan Terpadu

Menariknya, Sekolah Rakyat di Mimika dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dalam satu lokasi, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Model ini dinilai sangat relevan untuk wilayah Papua yang memiliki tantangan jarak, akses, serta keterbatasan fasilitas pendidikan.

Menurut Bupati Rettob, pembangunan fisik kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi dan legalitas lahan. Pemerintah daerah memastikan proses tersebut tengah dipercepat agar pembangunan bisa segera dimulai.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan sistem pembinaan karakter dan penguatan kapasitas akademik. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya.

Investasi Masa Depan Papua

Bagi Mimika, program ini menjadi peluang strategis. Selain memperluas akses pendidikan, kehadiran sekolah terpadu diharapkan mampu mencetak generasi muda Papua yang berdaya saing, siap melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja.

“Ini bukan hanya soal sekolah, tapi soal masa depan anak-anak kita,” tegas Johannes Rettob.

Kapolres Nabire Tegaskan Komitmen Transparansi Soal Tambang Rakyat, Buka Ruang Dialog dan Kritik

Dengan fondasi pendidikan yang lebih inklusif dan terintegrasi, Mimika menegaskan komitmennya membangun generasi Papua yang lebih mandiri, cerdas, dan sejahtera di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement