Hukum & Kriminal Nasional
Beranda / Nasional / Dua Pilot Smart Air Tewas Ditembak di Korowai, Warga Danowage Soroti Tambang Emas Ilegal

Dua Pilot Smart Air Tewas Ditembak di Korowai, Warga Danowage Soroti Tambang Emas Ilegal

Mimika – Dua pilot maskapai PT Smart Cakrawala Aviation atau yang dikenal sebagai Smart Air tewas ditembak milisi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Selasa (11/02).

Insiden tersebut memicu ketegangan di Kampung Danowage yang berada tidak jauh dari lokasi bandara. Warga menyebut suasana kampung menjadi mencekam pascakejadian, terutama karena serangan terjadi di ruang publik yang selama ini menjadi akses vital transportasi udara bagi masyarakat pedalaman.

Sejumlah warga juga menyampaikan kekecewaan karena menilai tragedi ini berkaitan dengan persoalan lama yang belum tertangani, yakni aktivitas pendulangan emas ilegal di kawasan tersebut.

“Minggu lalu seorang ibu melaporkan kepada saya bahwa dia mendapat info ada orang bersenjata yang siap menembak pendatang yang datang ke tambang,” kata seorang pegiat pendidikan di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma. Ia meminta identitasnya tidak dipublikasikan demi alasan keamanan.

Menurutnya, pembukaan akses ke wilayah pedalaman diikuti dengan maraknya tambang emas ilegal yang kemudian memicu dinamika keamanan baru di tengah masyarakat lokal.

Ketua Tim Mediasi Intan Jaya Kecam Penembakan Pilot Pesawat Perintis: “Kemanusiaan Harus di Atas Segalanya”

“Saya pikir semua ini dimulai dari akses yang dibuka, lalu ada tambang ilegal. Keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat lokal jadi terganggu,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hubungan antara warga asli dan pendatang selama ini terjalin baik. “Danowage adalah tempat yang paling aman. Saya bisa jamin itu. Warga dan penginjil lokal sangat mencintai kami para pendatang,” ucapnya.

Dalam insiden tersebut, selain menembak dua pilot, kelompok bersenjata juga dilaporkan melepaskan tembakan ke arah pesawat Smart Air yang baru mendarat di Bandara Korowai Batu. Peristiwa itu terjadi saat aktivitas bandara tengah berlangsung, sehingga memicu kepanikan penumpang dan warga sekitar.

Pasca penembakan, seorang penginjil asli Papua bernama Jimmy di Danowage segera mengoordinasikan evakuasi guru dan tenaga medis yang bekerja di Sekolah Lentera Harapan dan Klinik Siloam. Mayoritas dari mereka merupakan pendatang.

Evakuasi dilakukan secara swadaya menggunakan perahu kayu bermotor kecil yang dikenal sebagai ketinting. Rombongan menyusuri sungai dari Danowage menuju Bandara Yaniruma dengan jarak tempuh sekitar 30 kilometer. Perjalanan tersebut memakan waktu beberapa jam dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai dan keamanan di sepanjang jalur.

20 Bangunan Terbakar di Kapiraya Atas, Polisi Tingkatkan Pengamanan dan Patroli

Hingga kini, situasi di sekitar Bandara Korowai Batu dilaporkan dalam pengawasan aparat keamanan. Sementara warga berharap penanganan serius terhadap persoalan keamanan dan aktivitas tambang ilegal dapat dilakukan guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement