Mimika – Proses evakuasi dua pilot pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang menjadi korban penembakan di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, berlangsung pada Kamis (12/2) pagi.
Kedua korban, Capt. Egon Erwan dan Capt. Baskoro, dievakuasi dari Bandara Koroway Batu sekitar pukul 07.00 WIT menggunakan pesawat milik PT Smart Air Aviation menuju Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Proses pemindahan dilakukan dengan pengamanan ketat aparat guna memastikan situasi tetap kondusif.
Setibanya di Timika, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk menjalani prosedur medis dan administrasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hingga siang hari, kedua jenazah masih berada di kamar jenazah RSUD Mimika.
Dari pantauan sekitar pukul 11.00 WIT, aparat TNI/Polri terlihat berjaga di depan ruang jenazah untuk memastikan proses penanganan berjalan aman dan tertib. Tim forensik melakukan pemeriksaan fisik sebagai bagian dari tahapan identifikasi, autopsi, serta kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, membenarkan bahwa proses evakuasi telah berjalan lancar dan kedua jenazah kini berada di RSUD Mimika.
“Pagi ini kedua korban sudah dievakuasi dari Bandara Koroway ke RSUD Mimika. Sekarang jenazah di RSUD Mimika,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menjelaskan, setelah seluruh tahapan identifikasi, autopsi, dan pemulasaran jenazah selesai, kedua korban akan diberangkatkan ke Jakarta melalui jalur udara untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, pengamanan ketat juga dilakukan di Bandara Koroway Batu selama proses evakuasi berlangsung. Satgas Operasi Damai Cartenz mengerahkan tim khusus guna memastikan area bandara dalam kondisi steril sebelum dan sesudah pemindahan jenazah.
Proses pemberangkatan ke Jakarta direncanakan segera dilakukan setelah seluruh prosedur medis dan administrasi rampung. Aparat memastikan seluruh tahapan evakuasi hingga pemulangan jenazah dilaksanakan dengan pengawalan dan pengamanan maksimal demi menjamin kelancaran serta penghormatan terakhir bagi para korban.

Komentar