Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal positif terkait peluang perdamaian antara Rusia dan Ukraina, konflik bersenjata yang kini telah memasuki tahun keempat. Pemerintah Amerika Serikat disebut tengah memainkan peran aktif dengan menjalin komunikasi intensif bersama kedua negara yang bertikai.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media saat berada di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Jumat (6/2/2026) waktu setempat. Ia mengungkapkan bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dengan Rusia dan Ukraina berjalan dalam suasana yang konstruktif.
“Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Rusia dan Ukraina,” ujar Trump.
Meski tidak membeberkan detail isi pembahasan, Trump menyatakan optimismenya bahwa proses diplomasi yang tengah berlangsung dapat menghasilkan terobosan nyata dalam waktu dekat.
“Sesuatu mungkin akan terjadi,” tambahnya, seperti dikutip dari Xinhua News, Sabtu (7/2/2026).
Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah berakhirnya putaran kedua perundingan damai antara Rusia dan Ukraina yang digelar di Abu Dhabi, Kamis lalu. Dalam pertemuan yang dimediasi oleh Amerika Serikat tersebut, kedua negara berhasil mencapai kesepakatan penting, yakni pertukaran tahanan dalam skala besar. Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah kemanusiaan signifikan dan menjadi sinyal positif di tengah kebuntuan politik yang masih membayangi konflik.
Namun demikian, para pengamat menilai bahwa jalan menuju perdamaian menyeluruh masih menghadapi tantangan besar. Hingga saat ini, Rusia dan Ukraina belum menemukan titik temu terkait isu-isu paling krusial, khususnya menyangkut pengaturan wilayah dan status teritorial, yang selama ini menjadi akar utama konflik.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa proses diplomasi tidak akan berhenti pada perundingan di Abu Dhabi. Ia mengonfirmasi bahwa dialog lanjutan akan segera dilakukan dengan melibatkan kembali delegasi dari Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat.
“Pembicaraan perdamaian selanjutnya akan diadakan dalam waktu dekat, kemungkinan besar akan berlangsung di Amerika Serikat,” ujar Zelensky.
Rencana tersebut memperkuat sinyal bahwa pemerintahan Trump berupaya mengambil peran sentral sebagai mediator utama dalam mendorong penyelesaian konflik Rusia–Ukraina. Upaya ini juga mencerminkan pendekatan diplomasi Trump yang menekankan hasil konkret, bukan sekadar pertemuan simbolik.
Meski harapan akan perdamaian kembali menguat, komunitas internasional masih menunggu langkah-langkah lanjutan yang lebih substansial dari kedua belah pihak. Keberhasilan diplomasi ke depan dinilai sangat bergantung pada kesediaan Rusia dan Ukraina untuk berkompromi terhadap isu-isu mendasar demi mengakhiri perang yang telah menelan korban kemanusiaan dan dampak geopolitik luas tersebut.

Komentar