Nabire — Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si, secara resmi melantik Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Tengah dalam sebuah acara yang berlangsung di Guest House, Jalan Merdeka, Nabire, Jumat (7/2/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam mendorong peran generasi muda, khususnya putra-putri asli Papua Tengah, untuk terlibat aktif dalam dunia usaha dan pembangunan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memberikan dukungan penuh kepada pengusaha muda lokal agar berani terjun, tumbuh, dan berkembang di sektor bisnis. Ia menilai pengembangan sumber daya manusia di bidang kewirausahaan merupakan salah satu kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Papua Tengah.
Deinas Geley menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus BPD HIPMI Papua Tengah yang baru dilantik, termasuk Ketua Umum Yoti Gire, serta seluruh anggota pengurus yang akan mengemban tanggung jawab organisasi ke depan. Menurutnya, HIPMI harus menjadi wadah strategis dalam membentuk pola pikir kewirausahaan generasi muda Papua Tengah.
“Mari kita buka mata dan buka peluang, supaya adik-adik generasi penerus bisa tumbuh, berkembang, dan berkarya di negeri ini. Ilmu dagang dan ilmu bisnis tidak hanya berasal dari tanah kita, tetapi juga banyak datang dari luar,” ujar Deinas.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi lintas daerah sebagai bagian dari proses belajar dan penguatan kapasitas pengusaha muda. Menurutnya, keterbukaan untuk menjalin kerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai wilayah seperti Jawa, Makassar, Ambon, dan daerah lainnya akan memperkaya pengalaman serta memperluas jejaring bisnis pengusaha Papua Tengah.
“Kalau kita mau bertumbuh dan menjadi kuat di tanah kita sendiri, maka kolaborasi dan komunikasi itu wajib. Kalau kita terus menolak dan menutup diri, kita tidak akan maju,” tegasnya.
Wakil Gubernur juga menyoroti masih minimnya aktivitas usaha dan pembangunan ekonomi di sejumlah wilayah Papua Tengah. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan tantangan sekaligus peluang besar yang harus ditangkap oleh pengusaha muda.
“Dari bandara sampai ke kota, kiri dan kanan masih kosong. Itu PR besar bagi pengusaha. Pemerintah hanya pemegang kebijakan, tetapi yang menggerakkan roda ekonomi adalah para pengusaha,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kemajuan Papua Tengah tidak semata-mata ditentukan oleh pemerintah, melainkan sangat bergantung pada keberanian, kreativitas, dan inovasi para pelaku usaha. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan berperan sebagai fasilitator dan pendukung kebijakan agar pengusaha muda lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Bukan Gubernur atau Wakil Gubernur yang membangun Papua Tengah. Yang bekerja adalah para pengusaha. Pemerintah akan mendukung penuh putra-putri Papua Tengah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Deinas Geley mengingatkan pentingnya soliditas dan komitmen organisasi di tubuh HIPMI Papua Tengah. Ia menekankan agar seluruh pengurus tetap bersatu dan tidak terpecah oleh kepentingan internal yang dapat menghambat jalannya program organisasi.
“Kamu harus komitmen dan jadi satu. Jangan pecah belah. Kalau pecah, semua yang kita sampaikan akan sia-sia. Tapi kalau dipegang dan dijalankan, saya yakin lima sampai sepuluh tahun ke depan kalian akan sukses,” ujarnya optimistis.
Wakil Gubernur juga mengapresiasi keberagaman latar belakang pengurus HIPMI Papua Tengah yang berasal dari berbagai suku dan daerah. Keberagaman tersebut dinilainya sebagai kekuatan sosial dan ekonomi untuk membangun Papua Tengah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Deinas Geley mengajak seluruh pengurus BPD HIPMI Papua Tengah untuk berpikir visioner, memperkuat komunikasi, serta membangun kolaborasi jangka panjang dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
“HIPMI harus menjadi motor penggerak ekonomi Papua Tengah. Berpikir jauh ke depan, bangun jejaring, dan jadilah pelaku utama pembangunan ekonomi di tanah sendiri,” pungkasnya.

Komentar