Oslo — Marius Borg Høiby, putra sulung Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit, kembali ditangkap kepolisian Norwegia pada Minggu (1/2/2026). Penangkapan terbaru ini menambah panjang daftar perkara yang menjeratnya, sehingga total dakwaan yang dihadapi kini mencapai 38 tuduhan, termasuk pemerkosaan, kekerasan, dan ancaman pembunuhan.
Kepolisian Norwegia pada Senin (2/2/2026) menyatakan, penangkapan dilakukan terkait dugaan penyerangan, ancaman menggunakan pisau, serta pelanggaran perintah penahanan, yang diduga terjadi sepanjang akhir pekan. Penangkapan ini berlangsung sehari sebelum persidangan Høiby dimulai.
Melansir Channel News Asia, Rabu (4/2/2026), Pengadilan Distrik Oslo telah mengabulkan permohonan para korban untuk menahan Høiby hingga empat minggu ke depan, dengan pertimbangan adanya risiko pengulangan tindak pidana.
Pengacara Høiby, Petar Sekulic, membenarkan penangkapan kliennya yang disebut terkait sebuah “insiden” pada Minggu lalu. Namun, ia menegaskan bahwa Høiby membantah penahanannya dan tim hukum sedang mempertimbangkan pengajuan banding.
“Dengan persidangan yang dimulai Selasa (3/2/2026), polisi belum dapat mendengar keterangan pihak-pihak terkait hingga akhir pekan, saat persidangan memasuki jeda,” ujar Sekulic kepada Associated Press.
Dalam persidangan tersebut, Høiby menghadapi berbagai dakwaan serius, di antaranya dugaan pemerkosaan yang terjadi antara 2018 hingga November 2024, kekerasan dalam hubungan dekat terhadap mantan pasangan, tindakan kekerasan terhadap pasangan lainnya, ancaman pembunuhan, pelanggaran perintah penahanan, pelanggaran lalu lintas, serta pengangkutan 3,5 kilogram ganja.
Høiby diketahui telah berada di bawah pengawasan aparat sejak 2024, setelah beberapa kali ditangkap atas berbagai dugaan pelanggaran. Ia sempat didakwa pada Agustus 2025, namun dibebaskan sebelum kembali terseret kasus baru.
Marius Borg Høiby merupakan putra Putri Mahkota Mette-Marit dari hubungan sebelumnya dan anak tiri Putra Mahkota Haakon, pewaris takhta Norwegia. Ia tidak memiliki gelar kerajaan maupun tugas resmi kenegaraan.
Menanggapi kasus ini, Putra Mahkota Haakon menyatakan bahwa dirinya dan Mette-Marit tidak akan menghadiri persidangan serta memilih untuk tidak memberikan komentar selama proses hukum berlangsung. Ia menegaskan bahwa Høiby bukan bagian dari keluarga kerajaan dan harus diperlakukan sama seperti warga negara Norwegia lainnya di mata hukum.
Kasus ini menjadi sorotan luas dan dinilai mencoreng citra keluarga kerajaan Norwegia, yang selama ini dikenal populer. Sorotan semakin tajam karena persidangan berlangsung di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap Putri Mahkota Mette-Marit, menyusul munculnya namanya dalam dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein.
Dalam rilis dokumen terbaru kasus Epstein pada Jumat (30/1/2026), nama Mette-Marit disebut ratusan kali. Ia sebelumnya mengakui pernah berhubungan dengan Epstein dan menyatakan penyesalannya pada 2019. Media Norwegia melaporkan adanya pertukaran email yang menunjukkan bahwa Mette-Marit pernah meminjam properti milik Epstein di Palm Beach, Florida, pada awal 2013, yang telah dikonfirmasi pihak istana melalui seorang teman bersama.

Komentar