TIMIKA — Perayaan Natal Tahun 2025 dan Syukur Awal Tahun 2026 Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Mimika yang digelar di Gedung Tongkonan, Jalan Sam Ratulangi, Sabtu (17/1/2026), berlangsung meriah dan sarat nuansa kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri ribuan warga IKT Mimika serta tamu undangan dengan balutan pakaian adat Toraja yang kental akan nilai budaya dan kekeluargaan.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi saat Ketua IKT Kabupaten Mimika, Yusuf Rombe Passarin, mengenakan topi adat Toraja (Passapu) kepada Bupati Mimika Johannes Rettob saat tiba di ruang acara. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ajakan mempererat kebersamaan antara Ikatan Keluarga Toraja dan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob mengajak seluruh umat Kristen, khususnya keluarga besar IKT Mimika, menjadikan perayaan Natal sebagai momentum refleksi untuk mengimplementasikan nilai kasih, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

Perayaan Natal IKT Mimika tahun ini mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Natal Mengajak Ikatan Keluarga Toraja Mimika Hidup Dalam Kasih dan Kepedulian Terhadap Sesama.” Misa Natal dipimpin oleh Pastor Petrus Bine Saramai, Pr.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRK Mimika Primus Natikaperayau, unsur Forkopimda Kabupaten Mimika, para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Memasuki Tahun Baru 2026, Bupati Rettob mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan evaluasi dan introspeksi diri, meninggalkan berbagai persoalan di tahun 2025, serta melangkah ke depan dengan pengharapan baru demi menjadi pribadi dan masyarakat yang lebih baik.
Ia juga menyampaikan bahwa tema Natal yang ditetapkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) sejalan dengan tema Natal Kementerian Agama RI, yakni “Love in God, Harmony Together.” Tema tersebut menekankan pentingnya kasih Tuhan, harmoni, toleransi, serta kebersamaan di tengah keberagaman bangsa Indonesia, dengan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan.
Menutup sambutannya, Bupati Johannes Rettob mengapresiasi kontribusi IKT Mimika dalam mendukung pembangunan daerah dan berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah terus terjaga demi terwujudnya Kabupaten Mimika yang aman, damai, dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal IKT Mimika, Andri Patiung, dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan Natal IKT merupakan program rutin tahunan. Panitia Natal IKT Mimika sendiri telah dibentuk sejak 31 Juli 2025.
Ia menjelaskan, perayaan Natal ini bertujuan untuk mengingat kesederhanaan kelahiran Tuhan Yesus Kristus di kandang Betlehem, sekaligus mempererat persaudaraan dan persatuan warga IKT di Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, Ketua IKT Kabupaten Mimika Yusuf Rombe Passarin mengajak seluruh warga IKT untuk kembali memaknai kasih agung Allah yang mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, yang lahir di kandang Betlehem dan dibaringkan di palungan.
Menurutnya, Natal membawa sukacita dan kedamaian bagi semua orang. Keluarga menjadi tempat keselamatan yang utuh, yakni keselamatan dari keterasingan, keputusasaan, serta keselamatan untuk menjadi berkat bagi sesama.
Yusuf Rombe juga mengajak seluruh warga IKT Mimika untuk tetap bergandengan tangan, saling menopang, dan menjaga kekompakan dalam semangat kekeluargaan dengan semboyan “Mesa Kada Dipatuo, Pantan Kada Dipomate.”
Selain itu, ia mengimbau seluruh warga IKT Mimika untuk mendukung program kerja badan pengurus IKT, termasuk pembangunan Tongkonan yang saat ini sedang dikerjakan oleh panitia pembangunan, serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah guna menjaga perdamaian, toleransi, dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.

Komentar