
Jaga Stabilitas Harga Pasca Nataru, Dinas Ketahanan Pangan Nabire Gelar GPM Mandiri
Nabire – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat pasca perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Mandiri yang digelar pada Selasa (13/1/2026) di Kios Pangan, halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, Sp., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap dinamika harga pangan di pasar yang masih menunjukkan tren kenaikan pasca Nataru.
“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas pangan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Karena itu, pemerintah perlu melakukan intervensi langsung agar masyarakat tidak terbebani,” ujarnya.
Pelaksanaan GPM di awal tahun ini menjadi terobosan baru bagi Dinas Ketahanan Pangan Nabire. Jika selama ini kegiatan pasar murah umumnya dilakukan menjelang hari besar keagamaan, kali ini pemerintah justru fokus pada masa pasca hari raya, saat pengeluaran rumah tangga masyarakat masih tinggi dan kebutuhan pangan tetap harus terpenuhi.
Tujuan utama GPM Mandiri ini adalah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen, sekaligus menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga di awal tahun anggaran 2026.
Berbeda dengan pelaksanaan GPM berskala besar, kegiatan kali ini dilaksanakan secara mandiri oleh internal dinas. Seluruh komoditas pangan yang dijual berasal langsung dari stok Kios Pangan binaan Dinas Ketahanan Pangan, tanpa melibatkan distributor eksternal atau pelaku usaha swasta, sehingga distribusi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Sejumlah bahan pangan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan minyak goreng. Harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar umum, sehingga sangat membantu masyarakat.
Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari. Pengunjung tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga aparatur sipil negara (ASN) yang turut memanfaatkan kesempatan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pangan murah sangat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat pasca pengeluaran besar di akhir tahun.
Pemerintah daerah menyadari bahwa pasca Nataru, stok pangan rumah tangga umumnya menipis sementara harga pasar cenderung meningkat. Dengan adanya GPM Mandiri, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa beban biaya yang tinggi, sehingga ketahanan pangan keluarga tetap terjaga.
Dinas Ketahanan Pangan juga memastikan bahwa Kios Pangan akan terus beroperasi setiap hari, tidak hanya saat pelaksanaan GPM. Keberadaan kios ini diproyeksikan menjadi instrumen permanen pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan bagi masyarakat Kabupaten Nabire secara berkelanjutan.
Salah satu warga, Ruth Fanindi, mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM Mandiri ini. Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dibandingkan harga pasar.
“Ini sangat meringankan kami sebagai ibu rumah tangga, apalagi setelah banyak pengeluaran saat Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.

Komentar