Mimika
Beranda / Mimika / Wabup Mimika Ajak Generasi Muda Amungme dan Kamoro Lestarikan Budaya Leluhur

Wabup Mimika Ajak Generasi Muda Amungme dan Kamoro Lestarikan Budaya Leluhur

TIMIKA, PapuaTengah.news – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengajak generasi muda, khususnya dari Suku Amungme dan Kamoro, untuk terus menjaga serta melestarikan seni dan budaya peninggalan leluhur. Ajakan tersebut disampaikan saat penutupan Festival Seni Budaya Mimika di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (8/10/2026).

Emanuel mengatakan, beragam pertunjukan yang ditampilkan selama festival menunjukkan besarnya kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Mimika. Ia mengapresiasi panitia, seniman, budayawan, perajin, kelompok sanggar, pelaku kuliner serta tokoh masyarakat yang berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Semua ini membuktikan budaya kita hidup, kuat, dan merupakan kekayaan yang tidak ternilai. Terima kasih untuk panitia, seniman, budayawan, perajin, sanggar, kuliner dan para tokoh atas terlaksananya festival ini,” ujarnya.

Festival Jadi Momentum Kebangkitan Budaya

Emanuel menegaskan bahwa berakhirnya festival bukan berarti berhentinya upaya pelestarian budaya. Sebaliknya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk semakin menghidupkan tradisi dan memperkenalkannya kepada generasi penerus.

Ia mengajak masyarakat untuk mewariskan cerita rakyat kepada anak dan cucu, mengajarkan musik tradisional kepada generasi muda, menjaga busana adat sebagai identitas masyarakat, serta mendukung penggunaan produk lokal dalam kehidupan sehari-hari.

BMKG Peringatkan Kualitas Udara Tiga Kabupaten di Papua Barat Masuk Kategori Berbahaya

Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting agar nilai-nilai budaya leluhur tetap terjaga dan tidak hilang seiring perkembangan zaman.

Puluhan Karya Budaya Berhasil Didokumentasikan

Festival Seni Budaya Mimika mencatat sejumlah capaian dalam upaya pelestarian warisan budaya. Sebanyak 21 cerita rakyat berhasil didokumentasikan, disertai 18 lagu musik akustik, 19 busana adat yang ditampilkan dalam peragaan busana bertema Amungme dan Kamoro, serta 14 tarian tradisional dalam bentuk video.

Emanuel menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Mimika kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus menginspirasi generasi muda agar terus berkarya.

“Ini pencapaian yang luar biasa yang perlu kita pertahankan dan kita tingkatkan bersama,” katanya.

Festival Dorong Ekonomi Kreatif Masyarakat

Selain pelestarian budaya, kegiatan tersebut turut memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk mereka. Festival melibatkan 12 kelompok sanggar kuliner dan 30 kelompok perajin ukiran serta anyaman.

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Sorong, Dua Pesawat Dialihkan

Selama pelaksanaan kegiatan, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 3.000 orang. Festival ini juga mendorong peningkatan partisipasi generasi muda, terutama pelajar tingkat SMP, SMA dan SMK, dalam berbagai kegiatan seni dan budaya.

Emanuel berpesan kepada para perajin dan pelaku kuliner agar terus mengembangkan karya serta produk lokal. Menurutnya, hasil kerajinan dan kuliner khas daerah memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian kreatif masyarakat Mimika.

Ia menambahkan, budaya tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat memperkuat identitas, persatuan, kreativitas dan kesejahteraan masyarakat.

Festival Meriahkan HUT Ke-30 Mimika

Festival Seni Budaya Mimika diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika pada 8 Oktober 2026 serta menyambut Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan dikemas melalui berbagai perlombaan dan pertunjukan, meliputi peragaan busana adat, tarian tradisional, musik daerah, cerita rakyat, pentas seni tradisional dan musik akustik.

Pemkab Mimika Salurkan 78 Ton Bantuan Pangan ke Wilayah Tembagapura

Pada acara penutupan, Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika juga mengumumkan para pemenang lomba kategori peragaan busana, cerita rakyat dan musik akustik. Para pemenang memperoleh uang pembinaan serta piagam penghargaan.

Melalui festival tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap pelestarian budaya Amungme dan Kamoro dapat terus berkembang, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement