Nabire
Beranda / Nabire / PLN Siapkan PLTS dan PLTMH untuk Kurangi Ketergantungan BBM di Nabire

PLN Siapkan PLTS dan PLTMH untuk Kurangi Ketergantungan BBM di Nabire

NABIRE, PapuaTengah.news – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire menyiapkan pengembangan energi terbarukan untuk mengurangi penggunaan pembangkit berbahan bakar minyak dalam sistem kelistrikan Nabire.

Strategi tersebut menjadi bagian dari peta jalan pengembangan energi terbarukan PLN periode 2026–2030 dengan mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS), serta pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

PLTS DAN BESS DISIAPKAN UNTUK SIANG HARI

Asisten Manajer Perencanaan PLN UP3 Nabire, Alfonso Hasian, di Nabire, Sabtu, mengatakan integrasi PLTS dengan BESS menjadi salah satu strategi untuk mengurangi pengoperasian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), khususnya saat siang hari.

“Salah satu strategi yang disiapkan ialah mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan Battery Energy Storage System (BESS) untuk mengurangi operasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), terutama pada siang hari,” katanya.

Ia menjelaskan energi listrik yang dihasilkan PLTS pada siang hari akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Apabila terdapat energi yang belum langsung digunakan, daya tersebut dapat disimpan melalui BESS dan dimanfaatkan kembali ketika kebutuhan listrik meningkat pada malam hari.

Rahmat Erwin Abdullah Raih Emas Angkat Besi Asian Games 2026 dengan Total 366 Kg

Pola pengoperasian tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM karena sebagian beban listrik pada siang hari dialihkan kepada energi surya.

“Substitusi operasional PLTD di siang hari ini akan mengurangi tingkat pembakaran BBM secara drastis,” katanya.

NABIRE DAPAT ALOKASI PLTS 18 MWP

Untuk sistem kelistrikan Nabire, PLN mendapat alokasi pembangunan PLTS dengan kapasitas 18 megawatt-peak (MWp). Pembangkit tersebut merupakan bagian dari program nasional pengembangan PLTS dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

Selain PLTS, PLN juga menyiapkan PLTMH Kalibumi sebagai sumber energi terbarukan lainnya. Pembangkit tersebut dirancang memiliki kapasitas awal 6,3 MW dengan potensi pengembangan hingga 10 MW dan ditargetkan rampung pada 2030.

Menurut Alfonso, PLTMH Kalibumi memiliki peran penting karena dapat menjadi sumber energi terbarukan yang menopang kebutuhan beban dasar sistem kelistrikan secara berkelanjutan.

Empat Anggota OPM di Puncak Jaya Serahkan Senjata dan Ikuti Proses Reintegrasi

“PLTMH ini memiliki nilai strategis sebagai energi baru terbarukan murni yang menjadi penopang baseload permanen,” ujarnya.

BUTUH DUKUNGAN PENYEDIAAN LAHAN

Pengembangan energi terbarukan juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap biaya penyediaan listrik karena penggunaan pembangkit berbahan bakar minyak dapat dikurangi.

Meski demikian, pembangunan PLTS 18 MWp masih membutuhkan dukungan dari sisi ketersediaan lahan. PLN memperkirakan diperlukan sedikitnya 18 hektare lahan dengan status kepemilikan yang jelas dan bebas dari sengketa.

Karena itu, PLN membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam memastikan lahan yang sesuai agar pembangunan PLTS dapat berjalan sesuai rencana.

DORONG TRANSISI ENERGI NABIRE

Pengembangan PLTS yang terintegrasi dengan BESS serta PLTMH Kalibumi menjadi bagian dari langkah PLN mengubah komposisi sumber energi dalam sistem kelistrikan Nabire.

Belanja Papua Tengah Naik Jadi Rp4,18 Triliun dalam Perubahan APBD 2026

Selain mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar minyak, pemanfaatan energi terbarukan tersebut diarahkan untuk mendukung pengurangan emisi sekaligus menjadi bagian dari upaya mencapai target transisi energi nasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement