Hukum & Kriminal Mimika
Beranda / Mimika / 20 Bangunan Terbakar di Kapiraya Atas, Polisi Tingkatkan Pengamanan dan Patroli

20 Bangunan Terbakar di Kapiraya Atas, Polisi Tingkatkan Pengamanan dan Patroli

Mimika – Polres Mimika merespons cepat keributan yang terjadi di Kampung Mauka, Distrik Kapiraya Atas, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah pada Rabu (11/2). Dalam peristiwa tersebut dilaporkan sebanyak 20 bangunan dibakar, namun tidak terdapat korban jiwa.

Bangunan yang terbakar di antaranya Polsubsektor Kapiraya Polres Deiyai Polda Papua Tengah, Kantor Distrik Kapiraya Atas Kabupaten Deiyai, serta 18 unit rumah semi permanen milik warga Kampung Mauka.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengatakan peristiwa itu diduga berkaitan dengan konflik tapal batas serta ketegangan antar kelompok masyarakat Suku Mee dan Suku Kamoro.

“Atas kejadian tersebut sudah dilakukan olah TKP. Saat ini situasi di wilayah Kapiraya dan sekitarnya dalam kondisi terkendali dan kondusif, namun aparat keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan serta patroli dialogis untuk mencegah eskalasi konflik,” kata Hempy.

Ia menjelaskan, saat ini personel BKO Polres Mimika gabungan bersama Brimob Batalyon B Pelopor berjumlah 45 personel dipimpin Kabag Ops Mimika AKP Hendri Alfredo Korwa melaksanakan siaga di Safe House wilayah perbatasan Kapiraya–Mododagi guna mengantisipasi kemungkinan aksi balasan serta menjaga stabilitas keamanan.

Ketua Tim Mediasi Intan Jaya Kecam Penembakan Pilot Pesawat Perintis: “Kemanusiaan Harus di Atas Segalanya”

Selain itu, Polres Mimika telah berkoordinasi dengan Polres Deiyai dan jajaran terkait untuk memonitor potensi mobilisasi massa dari wilayah lain, termasuk melalui jalur transportasi udara maupun perairan.

“Kami terus berkoordinasi lintas wilayah untuk memastikan tidak ada pergerakan massa yang dapat memperkeruh situasi,” ujar Hempy.

Kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, baik dari Suku Mee maupun Suku Kamoro, agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu kebenarannya. Warga juga diminta tidak melakukan mobilisasi massa yang berpotensi memperparah kondisi keamanan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman. Serahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum,” tegas Hempy.

Saat ini aparat masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa pembakaran tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dua Pilot Smart Air Tewas Ditembak di Korowai, Warga Danowage Soroti Tambang Emas Ilegal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement